Latest Posts

27 Mei 2011

Tidak Mungkin?






"Mustahil hanyalah sebuah kata besar yang dikeluarkan oleh orang kecil yang merasa lebih mudah untuk hidup di dunia yang telah diberikan daripada menjelajah kekuatan yang bisa mereka gunakan untuk mengubahnya. Mustahil bukanlah sebuah fakta. Mustahil hanyalah sebuah opini. Mustahil bukanlah deklarasi. Mustahil adalah tantangan. Mustahil itu potensial. Mustahil itu sementara. Mustahil itu bukan apa-apa.


- Muhammad Ali -
read more...

11 Mei 2011

Siapa Bilang Memberi Lebih Baik Daripada Menerima?



Ok, Nabi Muhammad mengatakan seperti itu (tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah). Bukannya saya menentang, justru saya menulis ini karena saya setuju. Saya sebenarnya teringat salah satu pernyataan T. Harv Eker dalam bukunya, Secrets of the Millionaire Mind.

Harv mengatakan di bab "Wealth File #10" bahwa orang kaya adalah penerima yang bagus, dan orang miskin adalah penerima yang buruk. Memang saya setuju dengan pernyataan tersebut.

Idenya adalah bahwa orang kaya percaya bahwa diri mereka berharga (worthy) dan berhak menerima kekayaan, sementara orang miskin takut dan merasa tidak berharga (unworthy) sehingga mereka tidak berhak menerima kekayaan.


Contohnya, orang miskin ketika dipuji secara tulus mereka justru merasa tidak layak. Mereka juga tidak berani mematok harga tinggi untuk apa yang mereka berikan, bahkan jika apa yang mereka lakukan memang layak diberi harga mahal.

Tapi, lebih lanjut Harv mengatakan bahwa pernyataan "memberi lebih baik daripada menerima" adalah pernyataan yang salah yang diciptakan oleh mereka yang ingin agar orang lain yang lebih banyak memberi dan mereka yang menerima.

Tentu saja saya tidak setuju.

Saya lebih setuju dengan Jim Rohn. Ia mengatakan bahwa "memberi lebih baik daripada menerima karena memberi akan memulai proses menerima."

Lebih baik bukan berarti bahwa yang satu bisa ada tanpa yang lain. Dua-duanya, memberi dan menerima, sama-sama baik. Tapi menurut saya kita tidak bisa menerima jika kita tidak memberi.

Memang bisa saja pengemis terus menerima uang meski mereka tidak pernah memberi apapun, tapi seperti kata Anzia Yezierka (penulis dari Polandia), kemiskinan bisa diibaratkan sebagai sebuah kantung yang berlubang. Meski terus menerima, uang tersebut akan jatuh di tengah jalan.

"Giving is better than receiving because giving starts the receiving process." - Jim Rohn


gambar: visualphotos
read more...

Orang tak dikenal

Setelah kemarin ada cerita dari J.S. Adams, kali ini saya ingin berbagi lagi cerita dari penulis yang sama. Judulnya “Strangers” atau orang yang tak dikenal.

Dikisahkan ada seorang pria kaya raya dan tiga anak perempuannya yang tinggal di sebuah rumah besar dan indah. Dari kejauhan, terlihat juga rumah-rumah yang ditinggali oleh para tukang kayu, pembuat kapal, dan banyak lagi orang dengan profesi berbeda. Banyak dari mereka termasuk orang yang jujur, tapi banyak juga yang terlalu egois karena terbuai kemewahan harta benda.

Pria kaya raya tadi punya rencana untuk menghapus sifat tersebut, dan ia memutuskan agar ketiga putrinya menyamar menjadi orang miskin. Masing-masing dari mereka diberi sekantung emas untuk diberikan pada orang yang mau menolong mereka.

Kemudian, pria tadi dan ketiga anaknya mulai berkeliling. Di rumah pertama, mereka mengetuk pintu dan seseorang pun membukakan pintu dan berkata, “Tidak. Kami tidak punya kamar atau makanan untuk pengemis.” Lalu menutup pintu.

Di rumah berikutnya, mereka mengetuk pintu lalu berkata pada orang yang membukakan pintu “bisakah Anda memberi makan dan tempat berlindung untuk kami?”

“Kami tak punya makanan untuk dibuang-buang, dan rumah kami hampir tidak cukup untuk diri kami sendiri.” Lalu menutup pintu.

Mereka berkata pada ayah mereka, “haruskah kita teruskan?”. Ayah mereka menjawab, “Masih ada dua lagi. Kita lihat siapa yang tidak egois. Karena kalian sebenarnya tidak membutuhkan bantuan, kalian bisa berhenti jika ditolak.”

Sampailah mereka di rumah berikutnya.

“Yang ini kelihatan lebih meriah daripada yang lain. Kita pasti akan diterima.” Dan sang ayah tetap mengawasi mereka sambil bersembunyi.

Ketika pintu dibuka, muncullah seorang gadis. “Bisakah kau memberi kami makan dan tempat berteduh selama satu malam?” kata salah seorang dari mereka.

“Tidak. Kami baru saja menghabiskan uang untuk saudara kami, Jack, yang baru saja kembali dari laut. Kami juga tidak bisa karena kami tidak punya satu kamarpun yang tersisa, sebab semua teman-teman kami ada di sini.”

“Tapi kami lelah, dan butuh tempat beristirahat dan makanan” Kata salah seorang dari mereka sambil melihat meja yang penuh dengan makanan.

“Ya, tapi kami hanya punya untuk diri kami sendiri dan teman-teman kami. Bukan untuk pengemis” kata gadis itu, lalu menutup pintu.

“Haruskah kami melanjutkan, ayah?” kata mereka.

“Satu kali ini saja, ini yang terakhir.” Katanya sambil mengantar mereka ke rumah seorang janda miskin.

Mereka berhenti sejenak di depan rumah, karena mereka mendengar suara seseorang yang sedang berdoa, “Berilah rizki pada hamba, maafkan kesalahan hamba, dan jangan biarkan hamba tergoda.”

Ia kemudian berdiri setelah mendengar suara ketukan pintu. Setelah membuka pintu, ia tersenyum pada ketiga gadis tadi.

“Aku punya tempat berteduh, tapi tak punya makanan. Masuklah.”
Mereka kemudian masuk.

“Aku tak punya makanan, tapi marilah dekat perapianku ini. Udara di luar sangat dingin, dan kalian pasti butuh istirahat.”

Ia kemudian berkata, “Aku senang kalian datang sekarang, aku tak punya bahan bakar lagi, dan jika kalian datang besok pasti di sini gelap dan dingin.”

Ketiga gadis tadi kemudian mengeluarkan emas yang ada di kantung mereka. Wanita tadi pun terkejut dan tidak bisa berkata-kata melihatnya.

“Ini dari ayah kami, karena Anda telah menolong kami yang sedang menyamar”. lalu mereka meletakkan emas di meja.

“Tuhan pasti akan memberi rizki pada orang yang mau membantu orang lain.” kata sang ayah yang kemudian muncul.

Pagi harinya, orang-orang ramai membicarakan emas yang didapat oleh wanita tadi. Mereka menyesal kenapa mereka tidak menolong tiga gadis yang menyamar tadi.

“Biarlah pengalaman ini menjadi pelajaran untuk seumur hidup kalian, agar menolong orang lain yang sedang membutuhkan.”

“Tapi mereka sebenarnya tidak kelaparan dan kedinginan!” Kata salah seorang dari penduduk.

“Kalian menghadapi hal yang sama, karena sebenarnya saat itu kalian semua tidak tahu bahwa mereka menyamar.” Mereka pun terdiam, karena itu memang benar.

Tapi pelajaran tersebut tidak hanya bertahan sementara, sebab mereka telah berubah dan tidak pernah lagi menutup pintu untuk orang asing yang sedang membutuhkan.


"Kesempatan-kesempatan besar untuk membantu orang lain jarang datang, tapi yang kecil ada di sekeliling kita setiap hari." - Sally Koch





read more...

28 April 2011

Bagaimana Saya Mendapat Cek Clickbank Pertama

cek clickbank pertama :-)

Syukur alhamdulilah, tanggal 25 April 2011 kemarin cek dari Clickbank sudah saya terima (maaf gambarnya agak buram…). Seperti yang para IMers tahu, cek pertama nilainya memang melebihi cek-cek berikutnya dan memiliki arti tersendiri, walaupun nilainya dollarnya tidak sebesar cek-cek selanjutnya.

Jadi, memang tidak seberapa karena cuma $235.87 saja, tapi bagi saya sangat berarti

Cek ini sendiri sedang dalam proses pencairan di Bank Mandiri. Kalau Anda ingin biaya pencairan yang lebih murah, Anda bisa bersiap-siap membuat rekening di Bank Permata, karena biaya hanya Rp 150.000 namun minimal umur rekening harus 3 bulan.

Lalu bagaimana saya bisa mendapat cek pertama ini? Ini tipsnya:

1. Pilih sebuah produk, dan pelajari produk tersebut. Jangan mempromosikan produk yang Anda sendiri tidak tahu. Entah caranya dengan meminta review copy, membeli sendiri, atau yang lainnya, usahakan Anda tahu benar tentang produk tersebut. Jika menurut Anda jelek, tidak usah dipromosikan.
2. Lakukan riset kata kunci (keyword research)
3. Buat landing page + autoresponder
4. Tulis artikel yang bernar-benar informatif dan bermanfaat, lalu submit ke direktori artikel
5. SEO

Begitulah kira-kira.

Oh ya, saya tidak bermaksud menulis ini untuk sombong, tapi semoga ini bisa memotivasi teman-teman yang juga sedang menjadi affiliate Clickbank. Sebab, saya dahulu juga termotivasi dengan semua cek-cek pertama yang diposting di blog atau forum. Saya juga menulis ini karena teringat dengan salah satu cerita dari J.S. Adams yang pernah saya tulis.

Pesan terakhir dari saya,


“Lakukan apa yang Anda cintai, dan lakukanlah dengan hati.”
read more...

10 April 2011

Melatih Pikiran Bawah Sadar



Di salah satu posting blog dari Joe Vitale (salah satu narasumber di The Secret), ia mengatakan bahwa jika kita memiliki suatu goal untuk melakukan sesuatu, tapi ternyata kemudian kita melanggarnya sendiri, tebak apa yang terjadi.

Apa yang terjadi sebenarnya adalah kita melatih pikiran bawah sadar untuk tidak mempercayai diri kita sendiri. Saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut.

Seperti yang Anda tahu, apa yang sangat berpengaruh sebenarnya bukan pikiran sadar, melainkan pikiran bawah sadar.

Kalau kita mengatakan hal kecil saja seperti “saya akan membersihkan kaca rumah besok pagi”, dan kita benar-benar melakukannya, maka kita sebenarnya melatih pikiran bawah sadar untuk mempercayai diri kita sendiri. Akibatnya, jika kita memiliki goal atau sasaran yang lebih besar di hari kemudian, maka pikiran bawah sadar kita akan lebih mudah untuk percaya karena kita sudah melatihnya dari hal-hal kecil.

Satu kasus lain yang menurut saya hampir sama adalah ketika kita menyalahkan orang lain tentang kegagalan atau ketidakberhasilan diri kita sendiri. Baik menyalahkan pemerintah, atau siapapun, atas kegagalan yang diri kita alami atau kondisi yang begitu-begitu saja / tidak ada kemajuan, menurut saya ini sama saja dengan melatih pikiran bawah sadar kita sendiri untuk selalu menghindar dari tanggung jawab.


“If you blame others for your failures, do you credit them with your success?” - Anonymous

Entah siapa yang mengajukan, tapi pertanyaan bijak di atas sepertinya sangat cocok.

Contohnya, orang sering menyalahkan pemerintah atas kegagalan diri mereka sendiri atau kondisi yang tak kunjung berubah. Tapi jika mereka mendapatkan keberhasilan atau kesuksesan, apakah mereka mengatakan bahwa ini berkat pemerintah?


Kemungkinan tidak.
read more...

01 April 2011

Dua Jalan dalam Kehidupan


J.S. Adams pernah menceritakan di dalam bukunya, “Allegories of Life” tentang dua orang pria yang akan menuju sebuah lembah yang indah dan subur, namun mereka harus melalui sebuah hutan yang sangat lebat untuk sampai ke sana. Orang-orang mengatakan bahwa jalan yang harus ditempuh gelap dan penuh halangan, tapi jika sampai maka semua akan terbayar.

Maka, kedua orang pria tadi pun memulai perjalanan secara bersama-sama di pagi hari. Lama kelamaan, pria pertama menjadi semakin tidak sabar karena susahnya medan yang ditempuh.

Pria pertama memutuskan untuk secepat mungkin sampai ke lembah. Ia tak peduli semak belukar atau tanaman-tanaman tajam yang harus ia hadapi. Ia terus saja menerjang, meskipun semua badannya menjadi sakit.

Ia pun berlari secepat mungkin, sehingga temannya tertinggal. Setelah perjuangannya menembus hutan, ia pun akhirnya sampai di lembah tujuannya, meski sekujur tubuhnya sakit. Orang-orang di sekitar lembah pun memutuskan untuk menolong dan merawatnya.

Ketika pria pertama tadi sudah sampai di lembah, pria kedua masih berada di belakang.

Apa yang dilakukannya? Ternyata ia menggunakan kampak untuk memotong semak belukar dan tanaman yang mengganggu di sepanjang jalannya menuju lembah. Meskipun butuh waktu lebih lama, ia memilih untuk mempermudah jalan untuk dirinya sendiri sekaligus bagi orang lain yang nantinya ingin menuju ke lembah.

Hari demi hari ia lewati, dan akhirnya ia sampai ke lembah yang dimaksud. Sesampainya di sana, ia pun bertemu temannya yang masih terbaring sakit.

Keesokan harinya, pria yang membuat jalan di hutan tadi kemudian langsung bisa bekerja bersama penduduk di sana, sementara temannya masih tak bisa berbuat apa-apa.

Dan setelah itu, banyak orang mulai berdatangan ke lembah yang indah tersebut melewati jalan yang telah dibuat oleh pria kedua tadi.

Dari cerita ini, J.S. Adams menekankan bahwa ada dua jalan mengarungi kehidupan. Pertama seperti yang dilakukan pria pertama tadi yang hanya memikirkan diri sendiri untuk sampai ke tujuan dan kemudian perjalanannya berakhir, atau seperti pria kedua yang mau membuka jalan untuk orang lain, sehingga mereka mendapat berkah dan manfaat dari apa yang telah ia lakukan.
read more...

20 Maret 2011

Review Jujur tentang InstanX dari Joko Susilo

instanx joko susilo

Kemarin saya baru saja download produk yang ada di InstanX, dengan tag line “Jadi Expert Tanpa Ribet”. Dan tahukah Anda, apa yang saya temukan di dalam member area? Seperti yang saya tulis sebelumnya, isinya adalah tentang outsourcing. Bagi Anda yang sudah lama melakoni internet marketing terutama dengan target market pasar global, kemungkinan besar informasi di dalam InstanX bukanlah apa-apa bagi Anda. Saya sendiri sebenarnya sudah tahu tentang isi produk ini, dengan menerka-nerka tulisan yang ada di sales letter dari Joko Susilo.

Jujur, pertama setelah saya baca sampai habis, saya kecewa berat dengan produk ini.


Ternyata informasi yang diklaim sebagai “100% ilmu baru” tersebut tidak sepenuhnya ilmu baru. Konsepnya memang sudah ada sejak dahulu, tapi menurut beliau yang membuat “baru” adalah era saat ini, yaitu era “internet”.


Inti dan kata kunci dari produk ini adalah, Fiverr Arbitrage.


Jika Anda sudah tahu apa yang saya maksud dengan dua kata tersebut, maka produk ini bukan untuk Anda.


Saya sebenarnya memutuskan untuk membeli produk ini karena menunggu-nunggu apakah kira-kira Pak Joko akan menunjukkan trik-trik khusus yang ia temukan. Dan ternyata? Tidak ada!


Beliau hanya mengungkapkan bahwa hasil yang didapat “menggembirakan”.


“Seandainya ada garansi uang kembali, saya pasti sudah minta!”


Tapi kemudian saya berpikir, sedikit apapun informasi baru yang saya dapatkan, saya berusaha menghargainya. Saya juga pernah menulis sebuah posting tentang hal ini.


Jadi, inilah yang membuat saya memutuskan untuk merespon, bukannya bereaksi. Saya memutuskan untuk praktik.


Hasilnya bagaimana?


Nanti kita lihat saja di posting saya di hari-hari selanjutnya…he2


Mungkin ini tidak akan pernah saya lakukan seandainya saya tidak membeli InstanX. Ide memang sudah ada di kepala, tapi saya tak akan pernah action.


Jadi kesimpulannya, jika Anda benar-benar baru di dunia internet marketing dan outsourcing, ini bisa menjadi informasi emas bagi Anda. Bagi Anda yang sudah tahu tentang outsourcing, mungkin tidak usah membeli produk ini. Saya yakin Anda akan merasa ditipu.


Tapi sepertinya memang ini ciri khas dari produk buatan Pak Joko Susilo, yaitu targetnya memang orang yang masih baru, pemula, atau belum lama terjun di bisnis internet.


Menurut saya, lebih baik Anda membeli produk dari Agung Hari Prabowo, Welly Mulia, Muhammad Misbah, Bob Bastian, dan lain-lain yang menurut saya sales letternya tidak “lebay” dan lebih transparan.


Jadi terserah Anda, mau beli atau tidak. Bagi Anda yang tidak masuk kategori pemula, saya sudah mengingatkan lewat review ini, daripada nanti Anda naik darah.


Oh ya, omong-omong “suap” untuk produk InstanX ini masih berlaku lho…(sebagai penjual, tetep jualan, he2)


Bagi Anda yang memang masih baru dalam internet marketing atau belum tahu tentang kata kunci yang telah saya sebutkan di atas dan ingin mulai mendapat penghasilan, silakan dapatkan akses melalui URL saya ini:


http://www.targetpositif.com/go/instanx


Setelah keanggotaan diaktifkan, Anda bisa mendaftar di www.targetpositif.com/spesial.php , lalu kirim email ke saya bahwa Anda sudah menjadi member InstanX melalui URL di atas. Setelah itu akan saya cek, dan saya akan aktifkan keanggotaan targetpositif.com secara gratis.


Ingat, URLnya ada di:


http://www.targetpositif.com/go/instanx


Pelajaran yang saya dapatkan dari hal ini adalah:


1. Segera mempraktikkan ide yang ada di kepala, sesederhana apapun ide tersebut.


2. Saya mungkin tidak akan pernah membeli produk apapun lagi dari Pak Joko Susilo. Bukan karena saya membenci beliau, tapi karena target dari produk beliau adalah para pemula yang masih mencari “jati diri”.


3. Kita bisa menjual informasi sesederhana apapun dengan harga tinggi, termasuk bagaimana cara membuat account paypal, atau mungkin bagaimana cara mengikat sepatu. Tergantung bagaimana kemasannya saja.


read more...