Latest Posts

05 September 2014

Bisakah Ini Disebut Keajaiban?

"Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama seakan tak ada keajaiban sama sekali. Kedua seakan semuanya adalah keajaiban."


Seperti yang pernah saya ungkap sebelumnya, saya percaya bahwa keajaiban atau mukjizat itu bukan hanya hal-hal seperti lolos dari kecelakaan maut, sembuh dari penyakit parah, menang undian milyaran, dan hal-hal serupa lainnya.

Saya percaya bahwa hal-hal kecilpun merupakan keajaiban.

Dua minggu terakhir ini saya merasa mengalami beberapa keajaiban. Tapi mungkin bagi banyak orang ini bukan keajaiban, hanya hal biasa saja.

Tak mengapa.

Memangnya seberapa “ajaib” sih?

Yang pertama, sekitar dua minggu lalu saya memutuskan untuk berbelanja online di Bhinneka.com, untuk mengganti notebook saya yang sudah “sekarat”. Karena nama besarnya, saya sudah tidak ragu lagi berbelanja di Bhinneka meskipun waktu itu kali pertama saya.

Setelah menemukan produk yang tepat, hari Sabtu saya langsung transfer ke Bhinneka. Setelah itu mulai muncul rasa khawatir karena saya membaca review-review yang ada di Internet.

Seperti biasa, orang cenderung menulis review paling bagus kalau ada komplain. Dengan penuh emosi dari hati yang terdalam, menulis review negatif yang panjang memang sangat mudah.

Kalau bagus, biasanya orang justru tidak menulis review, kecuali ada hadiahnya :-)

Dengan adanya banyak review negatif seperti di Kaskus, Facebook, atau blog-blog pribadi tentang belanja di Bhinneka.com, saya sudah siap akan kemungkinan yang terjadi. Kebanyakan komplain memang karena pengiriman memakan waktu lama, bahkan ada yang sampai satu bulan lebih.

Tapi karena keperluan saya tidak mepet, jadi saya sudah siap jika barang yang dipesan memakan waktu lama, atau bahkan tidak dikirim dan akhirnya harus meminta refund.

Memang ada sebagian pembeli yang memutuskan untuk refund, karena menunggu itu pada umumnya melelahkan. Apa lagi kalau sampai satu bulan untuk belanja di dalam negeri.

Nah, waktu itu setelah hari Sabtu saya memesan, tiga hari kemudian pihak Bhinneka menghubungi saya.

Apa yang terjadi?

Seperti yang sudah saya duga, mereka mengabarkan bila terjadi keterlambatan pengiriman unit notebook. Mereka mengabarkan bahwa unit baru akan bisa dikirim minggu depan.

Karena saya sudah mengharapkan hal seperti ini, ya saya tidak kaget. Tidak ada rasa kecewa dan saya memutuskan untuk tidak mengeluarkan umpatan-umpatan seperti yang saya baca di beberapa review negatif. Sebenarnya bisa saja meminta refund jika barang belum dikirim, tapi saya putuskan untuk menunggu satu minggu lagi.

Saya anggap saja belanja di Bhinneka seperti sedang belanja di Amazon.com atau eBay.com yang harus menunggu berminggu-minggu karena memang dari luar negeri.

Tapi tentu, saya berharap bisa dikirim lebih cepat, kalau bisa saat itu juga atau esok harinya sudah dikirim. Jadi, ya saya berdoa saja, siapa tahu tidak jadi terlambat. Who knows?

Dan ternyata benar, doa saja dijawab. Esoknya, hari Rabu malam, saya mendapat e-mail bahwa unit sudah dikirim melalui JNE, dan hari Jumat sudah sampai di rumah dengan selamat.

Notebook dari Bhinneka.com

Saya sudah siap menunggu satu minggu, eh ternyata esok hari sudah dikirimkan.

Keajaiban pertama bagi saya :-)

Nggak ajaib ya? Ya sudah deh, nggak apa-apa. Yang pasti itu perasaan saya :-)

Lalu yang kedua, saya sedang mencari-cari kupon atau diskon untuk membeli audiobook di Audible.com, dan kalau bisa dapat gratisan...hehehe. Setelah browsing sana, browsing sini, saya akhirnya tidak bisa menemukan yang gratis, hanya bisa mendapat potongan harga saja.

Tapi karena deal-nya cukup bagus, kira-kira hanya perlu $5 untuk satu kredit yang biasanya $14.95, saya putuskan untuk mengambilnya. Jadilah saya download satu audiobook.

Saya pun mendengarkan audiobook tersebut sampai habis selama beberapa hari, dan kadang saya ulang-ulang. Tapi karena belum puas, saya masih ingin mendownload audiobook baru lagi karena ada satu judul yang muncul di kepala.

Karena kemarin-kemarin sudah mencari dan tidak ada lagi kupon atau gratisan (dan saya tidak punya uang...hehe) ya sudah saya lupakan saja. Nanti saja lagi, siapa tahu ada rezeki.

Beberapa hari lalu, tiba-tiba ada komentar masuk di salah satu blog saya yang berbahasa Inggris. Saya kira hanya spam seperti biasanya, ternyata bukan. Saya memang mengira itu spam karena hampir tidak pernah ada komentar di blog saya itu, dan kalaupun ada isinya spam.

Tapi di artikel yang saya tulis tahun 2013 lalu tersebut, sang komentator hanya ingin memberi tahu, kalau sekarang ada Audible.com.au dan Audible.fr di mana saya bisa mendapatkan free trial untuk kedua situs tersebut.

Wah!

Pas sekali, kebetulan sedang ingin download audiobook baru, eh ada yang kasih tahu kalau ada dua situs Audible luar negeri. Sebelumnya saya sudah memanfaatkan free trial di beberapa situs Audible untuk mendapatkan gratisan, dan dari komentar tersebut saya baru tahu kalau ada dua lagi yang baru.

Langsung saja, saya sedot audibook yang saya inginkan dan sekarang sudah ada di hard drive saya.

Keajaiban kedua bagi saya :-)

Lagi-lagi nggak ajaib ya? Ya udah deh, hehehe.

Yang ketiga, saya mengalami penyakit yang alhamdulillah sudah lama tidak kambuh. Penyakit yang biasanya dialami kaum hawa ini paling parah menyerang saat saya SMP.

Maksudnya, penyakit “iri” akan “kesempurnaan” fisik seseorang, bukan yang lain :-D

Waktu SMP dulu saya sampai meniru gaya rambut teman saya yang cukup populer di sekolah karena penampilan fisiknya, meski akhirnya tidak mirip sama sekali. Sampai-sampai tulisan tangannya pun saya tiru. Tapi akhirnya saya tobat dan jadi diri sendiri..hehehe :-)

Sebagai orang Indonesia, ya saya seperti rata-rata orang. Kulit sawo matang, hidung pesek, tinggi badan biasa saja, di tambah lagi badan saya bisa dibilang berisi meski syukur alhamdulillah saya tidak obesitas :-D

Bagi saya sih, yang penting jaga kesehatan. Kalau yang lain sudah dari sononya begitu.

Ternyata penyakit iri ini kambuh lagi setelah saya melihat seorang penyanyi bule, lebih tepatnya vokalis, di sebuah DVD (original lho, masa'bajakan..hehe) yang baru saya beli.

Dalam hati saya,

“Wah, masya Allah, ini orang kok cantik banget ya. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, matanya biru, rambutnya merah, badannya langsing, suaranya baguuuuuus, lagi..”

Wah, mulai deh.

Saya lalu mulai membandingkan diri saya dengan sang vokalis itu.

Saya kemudian mencoba untuk menghilangkan lagi segala pikiran saya yang merasa diri tidak cantik, tapi agak susah memang. Padahal sebelum-sebelumnya saya sudah tidak peduli, mau kulitnya putih kek, hidung mancung kek, itu kan bule.

Iklan-iklan pemutih di televisi dan berita operasi plastik juga hanya membuat saya berpikir,

Halah...”

Tapi ketika penyakit itu muncul lagi, saya harus bertindak cepat. Lagi pula iri itu kan termasuk kufur nikmat kan ya? Dosa kan ya?

Kemudian pas saya cek timeline Twitter sang artis bule tadi, jreeeengg...

Ternyata muncul sebuah tweet yang artinya kira-kira begini.

“Benar-benar cantik, luar dan dalam! @Lupita_Nyongo ...”

Lha, kok pas banget?

Di tweet tersebut dicantumkan sebuah video YouTube:



Video yang menurut saya inspiratif. Lupita Nyong'o yang merupakan pemenang Oscar ini di mata rata-rata manusia yang indranya terbatas tidak memenuhi standar kecantikan dunia pastinya.

Tapi Lupita berpesan, kalau kecantikan sejati itu tidak bisa dibuat-buat dan dipermak dari luar, tapi harus muncul dari perilaku.

“Beauty was not a thing that I could acquire or consume, it was something that I just had to be.”

Sama seperti kebahagiaan sejati. Tidak bisa didapatkan dari hal-hal material, tetapi dari dalam diri.

Sebab apa yang “sejati” tidak akan pernah hilang, sementara kecantikan fisik bisa hilang, dan uang banyak juga bisa hilang.

Well, ternyata Tuhan langsung memberi saya “obat penawar”-nya. Saya langsung diingatkan, kira-kira begini...

“Eh, itu lho, orang yang kamu iri penampilan fisiknya ternyata berpikir begitu..”

Keajaiban lagi bagi saya :-)

Mungkin hal-hal demikian bukan keajaiban, tapi saya memutuskan untuk mengharapkan keajaiban dan melihatnya sebagai keajaiban, karena hanya dengan demikian saya dapat melihat lebih banyak keajaiban-keajaiban berikutnya.

Miracles do come in small packages!

read more...

14 Juli 2014

Akhirnya, Program Afiliasi CPA Indonesia Terpercaya Muncul!

Ilustrasi AccessTrade Indonesia

"Akhirnya!"

Itulah apa yang muncul di benak saya ketika pertama kali menemukan informasi tentang AccessTrade, program afiliasi CPA (Cost Per Action) di Indonesia

Belum pernah mendengar apa itu bisnis CPA?

Baca terus artikel ini ya :-)

Sebelumnya, saya ingin curhat dulu nih... sejak dulu sebenarnya saya ingin sekali mencoba mencari pundi-pundi melalui bisnis online model CPA dari luar negeri, tapi sampai sekarang belum berhasil, hasilnya nol. Bahkan, saya pernah mencoba mendaftar di salah satu situs, eh... tapi baru sebentar akun saya sudah di-banned karena melanggar peraturan (karena membuat banner sendiri).

Saya memang masih belum ada pengalaman sukses di bidang CPA, dan pengalaman kegagalan tadi ternyata belum bisa menjadi suatu dorongan bagi saya untuk memulai lagi.

Tapi, setelah secara kebetulan saya menemukan AccessTrade di Indonesia, semangat saya mulai muncul lagi :-)

Access Trade Indonesia - Kredibel Kah?

Sebelum bergabung di AccessTrade, tentu saya mencari informasi terlebih dahulu. Apakah perusahaan ini kredibel, atau jangan-jangan abal-abal?

Sekilas saja lihat dari penjelasan di halaman muka situs AccessTrade.co.id, ternyata perusahaan ini bukan asli perusahaan lokal dari Indonesia. Saya menemukan informasi bahwa perusahaan ini aslinya berasal dari Jepang, dan sudah didirikan sejak tahun 1999 lalu.

Wah, cukup lama ya?

Karena sudah cukup lama, dari sini saya yakin AccessTrade memang nyata, bukan bisnis abal-abal.

Kemudian, dari informasi yang saya temukan lagi, AccessTrade di Indonesia ini memang baru saja diluncurkan akhir tahun 2013 lalu, tepatnya tanggal 19 September 2013. Jadi bisa dimaklumi kalau nama ini masih terdengar asing bagi banyak orang.

Lebih lengkapnya silakan dibaca di sini:


Access Trade Sebagai Platform Afiliasi

Bagi Anda yang memiliki website atau blog (dan juga akun social media) dan berminat mencari uang secara online, AccessTrade adalah platform yang tepat bagi Anda.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Access Trade adalah platform CPA atau Cost Per Action. Sebagai platform afiliasi CPA, AccessTrade membuka peluang bagi Anda untuk memperoleh kesempatan mempromosikan atau menjual produk yang memiliki tema sama dengan konten blog atau isi akun social media yang Anda miliki. 

Misalnya Anda punya blog atau sering men-tweet tentang kesehatan, maka Anda bisa mendaftar di AccessTrade untuk mencari pengiklan yang menawarkan produk atau program kesehatan. Setiap kali ada klik, sign-up, download, atau penjualan (tergantung kemauan pengiklan), maka Anda bisa mendapatkan komisi.

Karena saya tidak pandai menjelaskan, untuk lebih detailnya coba Anda lihat video berikut:



Bagaimana cara mulai mendapatkan uang dari Access Trade?

Untuk bisa mulai mendapatkan uang dari Internet lewat Access Trade Indonesia, Anda bisa mendaftar secara gratis. Prosesnya sendiri juga terbilang cukup cepat dan mudah.

Tinggal klik "daftar di sini" di halaman muka AccessTrade.co.id, pilih apakah mendaftar sebagai individu atau perusahaan, lalu isi data singkat yang diperlukan.

Formulir Pendaftaran

Selanjutnya, silakan tunggu sampai di-approve oleh pihak Access Trade.

Kalau sudah terdaftar dan aktif menjadi anggota sebagai affiliate, Anda bisa melihat berbagai campaign atau iklan CPA yang bisa Anda promosikan untuk meraih komisi.

Campaign di dasbor AccessTrade
Salah satu contoh dari campaign CPA adalah program affiliasi untuk Access Trade itu sendiri. Jadi, jika Anda bisa mengajak orang lain untuk bergabung menjadi member, maka Anda akan mendapatkan komisi, yaitu Rp 3.500,- per sign-up atau per pendaftaran.

Jadi, jika misalnya dalam satu bulan Anda bisa mereferensikan 100 anggota baru ke AccessTrade, maka Anda berhak mendapatkan komisi sebesar Rp 350.000,-. Mengingat Anda hanya perlu mereferensikan member baru yang notabene gratis, maka tentu ini jauh lebih mudah daripada program afiliasi yang hanya akan memberi Anda komisi per penjualan.

Campaign atau iklan yang lain yang saat ini tersedia adalah dari Video Games Indonesia. Jadi, jika Anda memiliki blog atau akun social media yang membahas tentang game, Anda bisa beriklan untuk mengajak orang menjadi member di VideoGamesIndonesia.com.

Saat artikel ini ditulis, Anda bisa mendapat komisi Rp 4.000,- untuk setiap member yang mendaftar di Video Games Indonesia. Lumayan, kan?

Nah, lalu bagaimana dengan pembayaran komisinya?

Komisi nantinya akan dibayarkan melalui transfer bank dan otomatis akan dibayarkan jika telah mencapai minimum yaitu Rp 500.000,-. Pembayaran sendiri dilakukan oleh Access Trade Indonesia setiap akhir bulan.

Kalau masih belum jelas tentang CPA, lanjut baca artikel ini terus ya :-)

Kelebihan CPA Dibanding CPC


Sebenarnya apakah Anda mencari uang dengan bisnis afiliasi CPA maupun CPC semuanya sama-sama menguntungkan, namun tergantung bagaimana Anda melakukannya.

Jadi, membandingkan CPA dengan CPC sebenarnya bukan perbandingan apple to apple.

Tapi bila Anda masih ragu apakah akan mencoba menjalankan bisnis CPA atau tidak, ada beberapa kelebihan CPA dibanding CPC yang bisa menjadi pertimbangan.

Sebagai Publisher

Familiar dengan Google Adsense? Atau pernah / sedang memasang iklan Google Adsense di blog Anda?

Nah, Google Adsense adalah salah satu contoh program afiliasi Cost Per Click atau CPC. Apa bedanya dengan CPA?

Pada dasarnya, jika Anda menjadi publisher CPC, maka Anda hanya akan mendapatkan komisi per klik iklan, dan komisinya biasanya tergantung dari kepopuleran keyword yang ada dalam iklan tersebut.

Nah, untuk bisnis affiliate CPC ini, biasanya penghasilan per kliknya kecil, kecuali untuk keyword bahasa Inggris mahal seperti misalnya "mortgage", sehingga Anda harus memiliki traffic yang besar untuk bisa mendapatkan komisi besar.

Sedangkan, untuk bisnis CPA, bisa dibilang lebih mudah mendapatkan komisi. Selain itu, Anda juga akan lebih mudah memilih-milih iklan mana yang akan dipasang, supaya sesuai dengan tema blog Anda. Ini tentu berbeda dengan CPC, yang iklannya berganti-ganti, dan bahkan bisa tidak relevan.

Tapi ada juga advertiser CPA yang menawarkan komisi per klik, namun berbeda dengan menjadi publisher CPC biasa, tidak ada iklan yang berganti-ganti, dan Anda punya kendali penuh. Anda bisa menampilkan iklan sesuai dengan mana yang ingin Anda promosikan.

Contohnya, di Access Trade ada iklan untuk Ounty Liem Chicken Rice, yang menawarkan komisi Rp 600,- per klik iklan. Anda bisa memilih untuk memasang iklan tersebut di bagian mana saja di blog Anda. Kalau di bisnis CPC biasa, mungkin ada larangan-larangan penempatan iklan.

Selain itu, tawaran CPA juga bisa dipromosikan dengan cara yang lebih kreatif daripada CPC, seperti:

  • Melalui pemasangan iklan CPC
  • Pasang iklan baris gratis online 
  • SEO
  • Membangun daftar e-mail
  • Posting di forum diskusi
  • Melalui status social media (FB, twitter, dll)
  • Promo melalui video di YouTube
  • Membuat selebaran untuk disebar secara offline (bila komisinya cukup tinggi)
  • dan masih banyak lagi


Sebagai Advertiser

Kalau dari sisi pengiklan atau advertiser sendiri, berpromosi dengan CPA akan lebih efisien karena calon pelanggan akan lebih tertarget. Para pengiklan bisa menghemat biaya iklan karena hanya perlu membayar per action yang mereka tentukan saja.

Seperti yang disampaikan di halaman depan AccessTrade.co.id, mempromosikan bisnis dengan CPA memiliki kelebihan-kelebihan seperti:

Keuntungan Beriklan dengan Access Trade Indonesia

Akurat - bukan sembarang orang yang mengakses iklan, tetapi mereka yang memiliki ketertarikan
Efisiensi biaya - tidak ada biaya yang dikeluarkan bila tidak ada transaksi atau tindakan terhadap iklan
Target pengunjung - orang yang mengunjungi situs Anda melalui iklan adalah mereka yang potensial dan dapat memberi keuntungan di kemudian hari.
Inovatif - Access Trade Indonesia menyediakan sistem pelacakan akurat bagi performa iklan
Optimal - dengan efisiensi biaya dan keakuratan calon pelanggan, membuat hasil menjadi optimal
Pengembangan jaringan - Anda dapat memperluas jangkauan jaringan bisnis secara nasional dan mendapat pelanggan baru dari iklan online CPA melalui Access Trade.

Jadi intinya, jika tidak ada yang daftar, ya tidak bayar. Jika banyak yang daftar, maka hasilnya tertarget atau akurat sehingga lebih mungkin untuk menjadi pelanggan, bukan hanya mereka yang asal klik saja. Ini tentu sangat menguntungkan.

Bisnis CPA di Indonesia

Dibandingkan dengan CPA internasional, bisnis CPA dengan target advertiser dan publisher di Indonesia saat ini termasuk masih sepi.

Di situs-situs CPA network luar negeri sendiri memang sekarang ada banyak sekali jenis tawaran yang bisa dipromosikan, namun sebagian besar hanya mencari lead di kawasan Amerika Serikat saja. Memang ada yang mencari lead di seluruh dunia, tetapi jumlahnya sangat sedikit sekali dan biasanya kurang menguntungkan.

CPA di luar negeri juga komisinya bisa sangat besar sehingga sangat menguntungkan. Misalnya, ada sebuah tawaran dari sebuah perusahaan investasi emas terpercaya dari Amerika Serikat yang berani memberikan $30 setiap kali ada orang yang mau mengisi data untuk memesan investment kit yang akan dikirimkan secara gratis.

Kalau ada 10 saja yang mengisi, maka Anda bisa mendapatkan $300. Wow, lumayan bukan? Hasilnya akan bertambah besar lagi jika Anda bisa mendapat komisi tambahan ketika mereka yang telah mengisi formulir ternyata mau berinvestasi di perusahaan tersebut.

Tapi karena sudah sangat besar, tentu saingan untuk bisnis CPA di pasar internasional sangat berat. Nah, itulah kekurangannya.

Sementara di Indonesia, karena masih terbilang baru, meski tawaran masih sedikit, tetapi persaingan juga masih sedikit. Jadi intinya sama, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Karena itu, sekarang adalah saat yang tepat untuk memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Access Trade Indonesia untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah dari bisnis CPA!

Sudah siap?

Yuk, gabung!



read more...

07 Juli 2014

Bagaimana Bila Ramalan Itu Benar?

Ilustrasi


Tunggu dulu.

Saya tidak mengajak Anda untuk percaya yang namanya ramalan, dalam hal ini yang bersifat “mistis”, yang bukan berdasarkan data. Lagi pula, menurut keyakinan saya, percaya akan ramalan tidak dibenarkan sama sekali.

Tetapi, hanya ada dua kemungkinan dalam ramalan: benar atau salah.

Dengan hanya adanya dua kemungkinan tersebut, siapa saja bisa membuat “ramalan” atau “prediksi”, dan dia bisa saja benar, bisa saja salah, dan hanya waktu yang akan membuktikan.

Masalah hasilnya bagaimana, itu hanya Tuhan yang menentukan.

Namun, bagaimana bila suatu ramalan itu benar adanya?

Apakah berarti semua usaha kita akan sia-sia?

Saat saya menulis artikel ini, masa tenang kampanye Pilpres 2014 sedang berlangsung. Setelah panasnya kampanye, serang sana, serang sini, hari ini suasana cukup tenang.

Dalam masa kampanye kemarin, saya mendengar kabar tentang ramalan-ramalan yang mengatakan calon mana yang akan menjadi presiden. Dan ramalan tersebut hasilnya berbeda-beda. Ada yang meramal si A menjadi presiden, dan ada yang meramal si B menjadi presiden.

Bahkan, muncul juga sebuah tayangan di YouTube tentang sebuah acara televisi di tahun 2005, di mana orang-orang indigo meramalkan sosok presiden tahun 2014.

Dua Ramalan Berbeda...

Ramalan tersebut bisa saja salah. Namanya juga ramalan. Kalau pasti benar itu namanya kepastian. Hehehe…

Tapi bagaimana jika benar? Bagaimana jika apapun yang dilakukan tidak akan mengubah hasil?

Berarti kampanye yang dilakukan sia-sia dong?

Menurut saya, sebenarnya hasil itu tidak penting.

Di mata Tuhan, yang penting adalah proses atau cara bagaimana kita mencapai suatu tujuan.

Contohnya, misalnya tentang rezeki. Kita diajarkan bahwa masalah rezeki sudah diatur Tuhan.

Tapi apakah itu berarti kita tidak berusaha?

Menurut Prof. Quraish Shihab dalam salah satu episode Tafsir Al-Mishbah, rezeki untuk tiap orang memang sudah ditetapkan. Tetapi masalahnya, kita tidak tahu seberapa rezeki kita.

Misalnya Tuhan menetapkan rezeki Si A 100, dan Si B 150. Nah, karena mereka tidak tahu, maka kewajiban si A dan si B adalah berusaha sebaik-baiknya. Kalau misalnya Si A dan Si B sudah menyentuh batas 100 dan 150, maka itulah yang mereka dapatkan.

Kalau Tuhan menghendaki Si A hanya boleh mendapat 100 dan Si B 150, maka usaha apapun yang mereka lakukan tidak akan mengubah hasil, kecuali atas kehendak-Nya.

Tetapi, apa yang dinilai sebenarnya cara Si A dan Si B berusaha. Apakah dengan korupsi? Apakah dengan mencuri? Menipu? Memeras?

Kebetulan saya juga baru gagal lagi dalam sebuah kontes blog (curhat…hehehe). Padahal saya sudah yakin sekali bisa menjadi salah satu pemenang, mengingat yang dinilai adalah peringkat di mesin pencari Google, bukan kualitas penulisan.

Tapi apa daya, ketika pengumuman dilakukan, nama saya tidak ada sama sekali.

Setelah saya cek lagi, ternyata saya kurang teliti. Saya ternyata belum mematuhi semua peraturan yang ada dalam menulis artikel. Padahal saya merasa sudah mengecek berulang-ulang sebelum kontes selesai.

Apa yang terjadi, terjadilah. Yang menjadi masalah bukanlah menjadi juara atau tidak, tetapi lebih dari itu.

Bagaimana cara mencapai kemenangan? Bagaimana menyikapi kekalahan atau kemenangan?

Bagaimana memanfaatkan kemenangan, dan bagaimana mengubah kekalahan menjadi hal positif?

Tuhan tidak menilai seseorang dari apakah dia juara satu atau tidak.

Nah, kembali lagi ke masalah presiden.

Bila memang benar calon tertentu sudah ditakdirkan menjadi presiden, maka sebenarnya apa yang paling penting adalah bagaimana kedua calon tersebut berusaha, alias berkampanye.

Apakah dengan cara yang halal, atau menghalalkan segala cara?

Kita sebagai pemilih juga sedang diuji. Bagaimana kita menyikapi perbedaan pilihan? Apakah dengan saling membenci, atau saling menghargai?

Cara kita menyikapi kemenangan dan kekalahan juga akan dinilai oleh Tuhan.

Apakah yang menang akan lupa daratan? Apakah yang kalah akan mengumbar amarah?

Sebab hidup tidak lain hanyalah sebuah ujian semata.




Image By Lehnert & Landrock [CC-BY-SA-2.5 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.5)], via Wikimedia Commons

read more...

17 Juni 2014

Review Sewa Mobil Online Lewat Tiket.Com

Rental Mobil Lewat Tiket.Com

Kali ini saya ingin berbagi sebuah ulasan tentang menyewa mobil secara online melalui layanan Tiket.Com.

Saat menghadiri acara keluarga di luar kota (tepatnya di Jakarta) akhir pekan kemarin, saya menggunakan layanan sewa / rental mobil agar lebih mudah dan nyaman dalam perjalanan. Karena saya dan keluarga (bapak + ibu) tidak tahu jalanan di Jakarta, dan agar waktu lebih efisien, menyewa mobil adalah pilihan kami.

Jauh-jauh hari tentu saya sudah memikirkan transportasinya, dan pilihan saya jatuh ke Tiket.com. Saya sendiri suka memesan melalui Tiket.Com karena sangat sederhana dan cepat.

Memang, saya bukan pelanggan baru di Tiket.com, tetapi untuk sewa mobil saya belum pernah mencobanya sama sekali. Tapi tanggal 7 Juni 2014 saya putuskan untuk mencoba mencari mobil rental online melalui situs Tiket.com, dan ketika hasil pencarian muncul saya langsung memesan hari itu juga untuk hari Minggu tanggal 16 Juni 2014..

Jadi, cara untuk sewa mobil mudah sekali, tinggal ke tab "Sewa Mobil", pilih lokasi, tanggal jemput + waktu jemput, tanggal selesai + waktu selesai, dan jumlah mobil. Setelah itu, akan muncul jenis-jenis mobil yang tersedia beserta tarifnya.

Contoh hasil pencarian mobil

Setelah mobil yang diinginkan muncul, klik "Pesan Sekarang", dan tinggal mengisi formulir online tentang data penumpang.

Informasi yang harus diisi adalah kontak yang dapat dihubungi (nama, email, telepon, nomor KTP), detil penyewaan mobil, dan lokasi penjemputan. Setelah itu, tinggal klik "Bayar Sekarang". 

Beres deh :-)

Tapi untuk sewa mobil online di Tiket.Com, tarifnya menggunakan sewa harian, bukan per jam. Meski tujuan saya hanya dua tempat saja, bagi saya itu tidak masalah, yang penting perjalanan lancar, aman, dan nyaman. Pikiran juga tenang, karena tidak perlu khawatir memikirkan transportasi, sebab seminggu sebelumnya sudah memesan kendaraan online terlebih dahulu.

Lagi pula, Tiket.Com adalah perusahaan terpercaya, jadi tak perlu khawatir dan memikirkan yang macam-macam. Pokoknya sudah tenang :-)

Untuk kemarin, pilihan saya jatuh ke mobil Daihatsu Xenia Li dari Cipaganti dengan harga Rp 425.000,- per 12 jam, yang cukup untuk 3 orang penumpang. Saya hanya menyewa 5 jam saja, yaitu dari pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB. Untuk harga itu sudah termasuk sopir, namun belum termasuk bensin dan tol. 

Enaknya di Tiket.com, begitu membayar akan ada konfirmasi secara instan. Jadi ketika sudah transfer lewat ATM atau membayar memakai kartu kredit, maka secara otomatis pesanan akan terkonfirmasi, tidak perlu melakukan apa-apa lagi.

Selain itu, receipt atau tanda terima juga akan langsung dikirim melalui e-mail dan secara otomatis dikirim melalui SMS.

Notifikasi dari Tiket.Com

Oh ya, saya juga sempat mengganti alamat penjemputan, dan semuanya lancar-lancar saja.

Jadi sebelumnya saya tuliskan dijemput di gedung tempat resepsi pernikahan (tempat pernikahan saudara saya), tapi kemudian saya minta ganti ke tempat penginapan. Saya putuskan untuk menghubungi nomor telepon customer service Tiket.Com, lalu saya sebutkan alamat penjemputan yang baru.

Besoknya, saya sudah terima e-mail lagi bahwa lokasi penjemputan sudah diganti.

Lalu bagaimana saat hari H? Apakah lancar?

Jadi, hari Sabtu sore, tanggal 14 Juni 2014, pihak dari Cipaganti menelepon saya untuk melakukan konfirmasi pesanan. Setelah itu, saya menerima telepon lagi dari driver-nya yang menanyakan lokasi penjemputan yang detil.

Waktu itu saya ditanya, kira-kira begini, "Itu setelah lampu merah di mananya ya?"

Lha...saya juga tidak tahu, wong saya orang luar kota, dan waktu ditelepon itu saya belum menginjakkan kaki di sana sama sekali. Saya jawab saja tidak tahu, tapi dari Cipaganti mengerti, dan mengatakan,

"Baik, besok saya cari alamatnya saja ya."

Tenang deh.

Akhirnya tanggal 15 hari Minggu pagi, saya dan orang tua sudah menunggu di tempat menginap. Kami sudah siap-siap untuk berangkat, tinggal menunggu mobil rental tersebut.

Tapi kami juga sempat khawatir, apakah sang driver akan bisa menemukan lokasinya tepat waktu. Sebab, lokasinya masuk ke gang-gang sempit.

Namun akhirnya, saya menerima sebuah SMS yang menanyakan lokasi saya di sebelah mananya masjid, lalu saya telepon nomor tersebut. Ternyata sang driver kebablasan, jadi saya minta kembali ke masjid, karena lokasi saya di dekat masjid tersebut.

Saya keluar berjalan menuju masjid, dan tak sampai lima menit, mobil Daihatsu Xenia Li warna silver datang menghampiri. Kondisi mobilnya sendiri sangat baik dan bersih, ber-AC dan nyaman.

Tepat jam 09.00 WIB kami meninggalkan lokasi yang berada di Rempoa dengan tujuan ke Kemayoran, lalu ke Cengkareng.

Tapi, di tengah jalan sang driver mengisi bensin. Karena harga tidak termasuk bensin, maka ditambah lagi Rp 100.000,- untuk beli bensin. Tak masalah :-)

Sebelumnya di formulir pemesanan juga ditawarkan pilihan untuk bensin tak terbatas (Unlimited Gasoline) dengan biaya Rp 250.000,- per 12 jam / hari, tapi saya tidak pilih karena hanya dua lokasi saja. Lagi pula, akhirnya yang harus saya bayar juga hanya Rp 100.000,- saja.

Perjalanan dengan mobil rental Cipaganti tersebut berjalan lancar. Memang sempat berputar-putar karena driver belum tahu jalan ke tempat yang dituju, tapi dengan begitu kami malah jadi sekalian "jalan-jalan". Toh waktu tidak mepet, dan biaya juga per 12 jam, bukan per jam.

Ketika waktu menunjuk kira-kira jam 13.00 WIB, kami sampai ke tempat tujuan akhir. Sang driver kemudian menunjukkan beberapa lembar dokumen tanda terima yang harus ditandatangani. Kemudian dia juga meminta tarif tol lagi untuk kembali, Rp 13.500,-.

Kwitansi Rental Mobil Cipaganti


Selesai sudah :-)

Jadi, setelah mengalami sendiri, dengan percaya diri saya bisa merekomendasikan rental mobil online melalui Tiket.Com. Oh ya, selain itu, Anda juga bisa mencari tiket pesawat, kereta api, konser / event, dan hotel di sana. Termasuk juga Singgasana Hotels & Resorts pilihan akomodasi terbaik di Indonesia. Proses pemesanannya sangat mudah dan cepat.






read more...

06 April 2014

Mengatasi Dilema Memilih Partai Politik

Partai Peserta Pemilihan Umum 2014 [Sumber: PPLN Los Angeles]


Wow, saya tidak percaya saya menulis tentang politik.

Tapi tinggal beberapa hari lagi pemilu legislatif Insya Allah akan diselenggarakan. Saya yakin banyak masyarakat dilema, mungkin Anda juga, bingung memilih partai yang mana karena semua muncul dengan janji-janjinya.

Karena saya sebenarnya tidak mengerti politik dan sebangsanya, berikut saya ingin berbagi sebuah solusi memilih partai saat pemilihan umum dari beberapa tokoh:


Solusi dari B.J. Habibie


Presiden ke-3 Republik Indonesia ini pernah menyatakan dalam sebuah berita di situs Kompas, bahwa memilih partai politik sebaiknya tidak hanya dilihat dari calon presiden yang diusung oleh partai tersebut saja.

Namun, dia menyarankan agar memilih partai berdasarkan program atau rencana pembangunan yang telah dibuat oleh partai tersebut.

Berikut kutipan pernyataannya:

"Pemilu (9 April) untuk memilih partai, bukan untuk memilih presiden. Jadi bukan nanti, 'Saya mau pilih partai ini karena presidennya ini'. Kita harus pilih partai karena visi misi yang akan diusungnya ke depan,"


Ini karena bila nanti calon legislatif dari partai tersebut menang, maka mereka akan memiliki peran signifikan saat duduk di kursi DPR dan menyusun undang-undang untuk masyarakat Indonesia.

Jadi, solusi yang pertama adalah mempelajari rencana pembangunan sebuah partai.


Solusi dari Abdullah Gymnastiar


Selain tweet tentang tausiyah, da'i yang biasa dipanggil Aa Gym ini pernah men-tweet tentang memilih partai politik menjelang pemilu.

Solusi darinya adalah mempertimbangkan parpol yang tidak bergantung pada figur, serta tidak hanya berorientasi dunia saja, namun juga berorientasi akhirat. Aa Gym juga memberi nasihat untuk memilih parpol yang memiliki tingkat korupsi paling rendah.


Intinya, kalau misalnya semua partai politik dianggap semuanya buruk, maka pilihlah yang keburukannya paling sedikit.

Namun Aa Gym dalam tweetnya terlihat lebih condong ke salah satu partai, karena dia juga men-tweet sebuah video "ingkar janji" yang pernah dijadikan iklan di stasiun televisi, yang tentunya bukan pilihan Aa Gym, namun dinyatakan tidak sesuai oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Aa Gym juga men-tweet grafik tingkat korupsi partai.

Dalam wawancara di surat kabar, selama ini Aa Gym memang menyatakan ingin netral, tidak condong ke parpol manapun. Namun meskipun tidak secara tersurat, Aa Gym nampaknya mengisyaratkan pilihan partai yang disukai dan tidak disukainya.

Meskipun partai yang Anda pilih tidak sesuai dengan Aa Gym tentu tidak apa-apa, itu hak Anda dan Anda punya pertimbangan sendiri. Semua harus dilakukan dengan niat yang baik, Insya Allah hasilnya baik.


Solusi dari Rustam Ibrahim


Rustam Ibrahim yang merupakan direktur LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) ini juga pernah men-tweet tentang memilih partai, namun seperti Aa Gym, mengarah ke satu partai tertentu. Namun kali ini Rustam menyatakannya secara tersurat.

Dalam kasus ini, Rustam menyebutkan nama PDI Perjuangan. Sekali lagi jika pilihan Anda berbeda tidak apa-apa, karena hal ini hanya pertimbangan dan bisa diterapkan untuk partai lain.

Berlawanan dengan B.J. Habibie, argumen Rustam dalam memilih partai justru berdasarkan siapa calon presiden yang diusung oleh partai tersebut. Selain itu, dia juga menyarankan untuk memilih partai yang memperkuat KPK, bukan justru membubarkannya.

Selain itu, Rustam juga mengatakan bahwa memilih presiden berdasarkan presiden akan memperkuat presidential system yang berarti jumlah partai yang dipilih dapat menurun nantinya.

Bila Anda mendukung seseorang sebagai calon presiden, maka memilih partai dari capres tersebut bisa menjadi solusi, menurut Rustam. Pertimbangannya adalah bila memilih partai yang berbeda, maka Anda justru memberikan kesempatan kepada capres yang tidak Anda pilih, karena pada akhirnya yang memimpin Indonesia adalah presiden.

Berikut kutipan tweet-nya:



Itu bila capres yang Anda dukung adalah Joko Widodo, namun bila yang Anda dukung yang lainnya tentu Anda bisa memilih partai yang sesuai.

Semua terserah Anda, bila masih ragu ada baiknya meminta petunjuk kepada Tuhan, sesuai dengan kepercayaan Anda.



read more...

31 Maret 2014

Percaya Tuhan Tetapi Tidak Percaya Tuhan



Kira-kira itulah yang kadang saya alami.

Katanya percaya Tuhan, tapi tidak benar-benar percaya akan janji-Nya.

Kalau Tuhan sudah berfirman bahwa bila memberi dengan ikhlas pasti akan diganti, ya seharusnya tidak ada keraguan setitikpun dalam diri saya akan masa depan. Tapi keraguan itu kadang-kadang masih ada.

"Nanti kalau uang ini saya kasih segini, uang saya tinggal sedikit dong..."

"Nanti kalau saya berbuat ini pasti begini dong..."

Kan sudah dikatakan, kalau orang memberi itu tidak akan kekurangan, dan kalau berbuat sesuai koridor pasti aman.

Saya juga jadi ingat sebuah artikel di situs Islam Indonesia yang mengisahkan tentang seorang tukang sol sepatu yang mendapat pahala berhaji karena lebih memilih memberikan 500 dirham hasil tabungannya kepada orang yang miskin dan kelaparan daripada naik haji. 

Padahal uang tersebut sudah lama ia kumpulkan untuk naik haji.

Tukang sol sepatu itu tidak berpikir nasibnya jika dia membantu orang lain.

Sepertinya saya harus terus mengingat keajaiban-keajaiban yang pernah saya alami.

Mungkin Tuhan tidak akan memberi saya mobil BMW yang kinclong di garasi karena sedekah, tapi Tuhan telah memberi sesuatu yang jauh lebih berharga daripada hal tersebut.

Saya pernah curhat di sebuah artikel di blog ini.

Apapun bentuknya, Tuhan pasti memberi balasan akan amal kita, apakah amal kita itu baik atau buruk. Mungkin Dia tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Dia pasti memberi apa yang kita butuhkan.

Seperti kata Wayne Dyer, seharusnya kita tidak hanya "percaya" atau "believe", tetapi seharusnya kita "tahu" atau "know" di mana tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.


read more...

22 Maret 2014

Belanja Fashion di Zalora

Tampilan Halaman Muka Zalora.co.id

Sebelumnya saya pernah menulis tentang semakin ogahnya saya membeli barang bajakan, termasuk pakaian atau t-shirt dengan brand palsu.

Nah, kalau Anda seperti saya yang ingin mendapatkan produk fashion dengan brand original yang kualitasnya sudah tak diragukan lagi baik di dalam negeri atau di dunia internasional, maka salah satu rekomendasinya adalah Zalora.co.id.

Anda tak perlu ragu dengan Zalora, karena mereka adalah perusahaan terpercaya yang tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain, termasuk Singapura dan Australia. Zalora sendiri bisa dikatakan sebagai "Asia's Leading Fashion Destination" atau tujuan terdepan untuk berbelanja fashion di Asia. 

Bila Anda berbelanja online di Zalora Indonesia, maka Anda akan menemukan berbagai macam produk fashion baik untuk pria maupun wanita dalam berbagai kategori. Anda juga bisa mencari baju muslim di sana.

Beberapa kelebihan berbelanja fashion di Zalora di antaranya:

Banyak Brand Terkenal

Sepatu Converse di Zalora
Anda bisa berbelanja dan mencari produk berdasarkan kategori, seperti mencari berdasarkan kategori bawahan, atasan, sepatu, tas, aksesoris, dan brand. Produk fashion dengan merek atau brand ternama yang ada di Zalora di antaranya:

  • 3Second
  • Adidas
  • Anemone by Hannie Hananto
  • Batik Semar
  • Billabong
  • Converse
  • Casio
  • Carolina Herrera
  • Danar Hadi
  • FILA
  • Guess
  • Lee Cooper
  • Puma
  • Rayban
  • dan masih banyak lagi
Kesemua produk bermerek tersebut asli tentunya, bukan "KW KW-an".

Pengiriman Gratis & Opsi Bayar Di Tempat

Kalau biasanya orang malas belanja online karena ongkos kirim, di Zalora Anda tidak perlu khawatir. Sebab, mereka menawarkan gratis ongkos kirim tanpa minimum jumlah pembayaran jika Anda berada di Jabodetabek

Wilayah lain juga bisa gratis ongkos kirim, yaitu bila Anda tinggal di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan dengan minimum pembelian Rp 200.000.

Bagi Anda yang berada di Indonesia Timur dan Nusa Tenggara, minimum pembelian untuk mendapat ongkos kirim gratis adalah Rp 300.000.

Bila Anda takut barang tidak terkirim, Anda bisa menggunakan fasilitas bayar di tempat atau COD (Cash on Delivery). Layan ini tersedia di berbagai kota besar di Indonesia.




30 Hari Pengembalian

Di Zalora, Anda bisa mengembalikan barang selama masa garansi. Misalnya barang yang telah Anda beli dan telah sampai di rumah ternyata ukurannya tidak pas atau warnanya tidak sama seperti yang Anda pesan, maka Anda bisa mengembalikannya ke Zalora dalam waktu 30 hari.

Namun, produk dalam kategori lingerie, perhiasan, parfum, dan produk kecantikan tidak bisa dikembalikan.

Pelanggan Baru? Gratis Voucher Rp 75.000,-

Diskon Bagi Pelanggan Baru

Voucher gratis senilai Rp 75.000,- bisa Anda dapatkan bila Anda adalah pelanggan baru dan mendaftar untuk berlangganan newsletter dari Zalora. Tapi Anda harus cepat, karena voucher hanya berlaku dalam 7 hari dan berlaku untuk minimum pembelian Rp 300.000,-.

Nah, daripada beli baju atau aksesoris di toko online yang belum jelas kredibilitasnya, kena tipu atau barang kualitasnya rendah, lebih baik belanja di Zalora.co.id!







~00~00~00~

Catatan:
Penulis mendapatkan insentif untuk menulis artikel ini.
read more...