“Money doesn’t buy hapBagaimana “Membeli” Kebahagiaan dengan Uangpiness”

Uang tidak membeli kebahagiaan.

“Money doesn’t grow on trees.”

Uang tidak tumbuh di pohon.

Pola pikir tersebut sebenarnya adalah pola pikir serba kekurangan (scarcity), bukan keberlimpahan (abundance).

Memang, banyak uang tidak berarti hidup bahagia. Kalau makin banyak uang makin bahagia seseorang, berarti orang paling bahagia adalah orang paling kaya di dunia. Padahal kenyataannya tidak.

Uang tergantung bagaimana Anda memandang dan menggunakannya. Uang bisa kotor, tapi bisa juga bersih. Uang bisa membawa kesengsaraan, namun bisa juga membawa kebahagiaan.

Mau tahu, bagaimana “membeli” kebahagiaan dengan uang?

Gunakan uang untuk membantu orang lain.

Uang akan membuat Anda dan orang lain bahagia, jika Anda menggunakan uang untuk membantu mereka. Anda bisa menyisihkan harta Anda untuk mendukung kegiatan amal, atau memberi hadiah untuk orang lain yang Anda rasa pantas mendapatkannya.

Ini terungkap dalam sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh University of British Columbia dan Harvard Business School. Dua universitas yang tak diragukan lagi reputasinya, bukan?

Menurut penelitian tersebut, berapapun tingkat pendapatan seseorang, jika mereka menggunakan uang untuk membantu orang lain, maka tingkat kebahagiaan mereka cenderung meningkat dibandingkan dengan orang yang hanya menggunakan uang untuk keperluan pribadi.

Penelitian tersebut juga meneliti kebahagiaan sejumlah karyawan di sebuah firma di Boston sebelum dan sesudah mereka menerima bonus sejumlah antara $3,000 dan $8,000.

Apa yang mempengaruhi kebahagaan karyawan tersebut bukanlah besar bonusnya, namun bagaimana mereka menggunakan uang mereka.

Karyawan yang lebih banyak menggunakan uang bonus untuk membantu orang lain melaporkan manfaat yang lebih besar daripada mereka yang mengeluarkan uang hanya untuk kebutuhan sendiri.

Jika Anda menganggap bahwa uang adalah sesuatu yang kotor, jangan khawatir, karena Anda sebenarnya bisa mensucikannya.

Dalam ajaran agama Islam, zakat dimaksudkan agar harta seseorang bisa menjadi suci. Jadi penuhi kewajiban zakat Anda, jika Anda muslim yang mampu, maka Anda tak perlu khawatir bahwa uang yang Anda miliki adalah suatu hal yang kotor dan jahat.

Tapi jangan berhenti di situ saja.

Buka pintu kebahagiaan dengan terus memberikan apa yang Anda miliki.

Bukan hanya dengan memberi donasi untuk orang yang membutuhkan, Anda juga bisa membuka pintu kebahagiaan dengan mensyukuri apa yang Anda bayar.

Joe Vitale membuat satu artikel bagus tentang ini. Intinya, Anda harus menunjukkan sikap menghargai atas apa yang Anda terima setelah Anda menukarkan uang Anda. Kalau Anda harus membayar tagihan pulsa, listrik, kontrakan rumah, membayar uang kuliah, dan sebagainya, hargailah apa yang Anda terima selama ini, dan jangan merasa berat untuk mengeluarkan uang.

Juga, tak perlu menunggu “jika” atau “nanti” untuk memberi.

Meski penghasilan Anda tidak besar, tetaplah berbagi. Sebab, seperti kata Robert Kiyosaki, menyisihkan uang untuk membantu orang lain akan melatih Anda mengatur keuangan.

Lalu bagaimana jika dompet Anda sering kosong? Baca 7 Obat Mujarab untuk Dompet Kosong.



Gambar: Cartoonstock.com
Sumber: Money Buys Happiness When You Spend On Others, Study Shows


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Jika Takut Gelombang, Jangan Pergi Berlayar

03 Februari 2010 jam 08:57 ditulis oleh Elsa | with 0 komentar »

Meggy Z pernah menyanyJika Takut Gelombang, Jangan Pergi Berlayarikan..

“Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang. Percuma saja bercinta, kalau kau takut sengsara.”

Selama kita masih hidup di dunia, pasti akan menemui masalah. Dalam setiap usaha yang kita lakukan, pasti ada risiko. Bahkan mencintai pun ada risikonya.

Risiko ditolak, risiko patah hati, risiko dicampakkan, dan sebagainya.

Jadi, kalau Anda mencari “enaknya saja”, atau mencari “amannya saja” dalam apa yang Anda kerjakan, maka Anda tak akan bisa melakukannya.

Jika Anda mengemudi di jalan, pasti Anda menemui jalan naik, turun, belokan, dan medan-medan lain yang bisa mempersulit Anda. Kalau tak mau menemui hal seperti itu, jangan mengemudi.

Jika Anda berlayar, pasti Anda akan menemui gelombang, baik itu besar maupun kecil. Satu-satunya sampai ke tempat tujuan adalah menghadapi gelombang tersebut, atau jangan berlayar sama sekali.

Kalau orang bule bilang,

“Don’t play it safe, or don’t play it at all.”

Di tengah-tengah permainan, termasuk permainan hidup, pasti ada “jatuh bangun”. Ini tak bisa kita hindari, dan apa yang harus dilakukan adalah menghadapinya.

Kenyataannya, pengemudi yang baik adalah pengemudi yang bisa melewati setiap rintangan yang ia temui di jalan. Sama halnya seperti pelaut yang baik, dan sama halnya seperti pekerjaan Anda.

Jadi, sekali lagi,

“Jika takut gelombang, jangan pergi berlayar.”




Gambar: wildesl.org


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Mengubah Kebiasaan dan Mengembangkan Diri

30 Januari 2010 jam 20:59 ditulis oleh Elsa | with 0 komentar »

Mengubah Kebiasaan dan Mengembangkan DiriJika Anda mau, Anda bisa menghentikan kebiasaan-kebiasaan lama Anda, dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang lebih baik. Namun, seperti halnya perubahan-perubahan dalam bidang lain, melakukan hal ini tentu pada awalnya tidak mudah.

Ada banyak orang yang terbiasa berbohong pada diri mereka sendiri dan orang lain. Ini bisa terjadi karena kita hidup dalam dunia yang penuh dengan pendapat, filosofi, teori, spekulasi, dan kesimpulan yang berbeda.

Misalnya, Anda tidak butuh ponsel baru, tapi teman-teman Anda menganggap bahwa ponsel Anda sudah kuno dan perlu diganti. Karena tak mau diejek, Anda membohongi diri sendiri, dan akhirnya membeli ponsel baru yang lebih canggih. Karena sebenarnya Anda tak butuh ponsel baru nan canggih tadi, Anda hanya menggunakannya untuk menelpon dan mengirim sms.

Padahal, untuk bisa mengembangkan diri, sebelumnya Anda perlu jujur dan mengetahui kebenaran tentang diri Anda sendiri. Tak perlu berbohong, temukan kebenaran tentang diri Anda sendiri.

Seperti layaknya bercermin, Anda harus melihat bagaimana sebenarnya diri Anda dalam bayangan yang Anda lihat. Anda perlu jujur, lihat diri Anda seperti halnya apa yang ada di depan mata Anda.

Kalau (misalnya) Anda melihat bahwa selama ini Anda malas, akuilah bahwa Anda malas. Kalau memang selama ini Anda kurang percaya diri, akuilah bahwa Anda kurang percaya diri.

Setelah itu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengubah kebiasaan buruk dan mengembangkan diri?

Ya, ubahlah diri Anda sendiri. Ketika Anda siap melakukannya, maka Anda bisa melakukannya tanpa perlu meminta bantuan orang lain. Anda bisa belajar mengembangkan kualitas-kualitas yang sudah Anda miliki sekarang, seperti harga diri, percaya diri, motivasi diri, dan seterusnya.

Seperti yang saya tulis dalam artikel sebelumnya yang berjudul Mengapa Anda Tak Butuh Sekedar Motivasi, Anda juga perlu memikirkan hal apa yang membuat Anda melakukan apa yang Anda lakukan sekarang ini. Mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan?

Setelah itu, intinya adalah memecah pola lama Anda, dan menggantinya dengan pola baru.

Misalnya, sekarang Anda sudah melihat cerminan diri Anda, dan Anda mengakui bahwa Anda terus saja merasa malas. Jika demikian, apa sebabnya? Mengapa Anda melakukannya? Jika jawabannya adalah karena sering bergaul dengan orang-orang yang malas, maka Anda perlu mencari teman bergaul atau lingkungan yang lain.

Contoh di atas juga bisa berarti bahwa untuk mengembangkan diri, Anda juga bisa melihat teman-teman dan keluarga Anda. Bagaimanakan sikap mereka terhadap Anda selama ini?

Jika teman-teman Anda justru menjatuhkan Anda dan tidak mendukung apa yang Anda lakukan, maka Anda perlu mengambil pilihan. Salah satunya, Anda mungkin perlu menjauhkan diri dari mereka.

Untuk mengembangkan ketrampilan baru dan menyingkirkan kebiasaan lama yang buruk, coba gunakan juga pikiran sadar Anda. Ketika Anda mengamati dan mendengar hal-hal di sekitar Anda, maka Anda sama saja mempelajari hal-hal baru, di mana Anda tak perlu membaca sebuah buku tebal. Anda hanya perlu membuka pikiran Anda untuk menerima hal-hal baru.

Karen Ravn menulis sebuah artikel bagus tentang bagaimana memecah kebiasaan lama di Los Angeles Times. Menurut Ravn, Anda bisa melakukan tips berikut untuk mengubah kebiasaan lama:

1) Hilangkan reward yang Anda dapat dalam kebiasaan lama Anda

Kalau misalnya Anda selalu malas mengerjakan tugas sekolah/kampus/kantor karena ada acara TV yang bagus, maka matikan TV Anda. Acara TV tersebut adalah reward dari kebiasaan lama Anda.

2) Ganti dengan hal baru

Jika Anda biasa berbelanja lebih di akhir pekan, ganti dengan kegiatan baru, seperti berkumpul dengan keluarga di rumah.

3) Pilih dengan bijak

Jika ingin mengganti kebiasaan, pastikan kebiasaan baru Anda tidak terlalu berlebihan, yang justru membuat Anda tidak nyaman.

4) Hindari Risiko

Misalnya jika Anda tidak bisa tidak membeli sepatu ketika melewati toko sepatu, maka solusinya adalah menjauhi toko sepatu, karena kebiasaan dipicu juga oleh situasi atau keadaan di sekitar Anda.

5) Jadilah Spesifik

Anda bisa mengidentifikasi situasi tertentu yang benar-benar bisa memicu kebiasaan buruk Anda. Jadi, mungkin Anda bisa pergi ke toko sepatu, tapi jangan bersama teman yang kecanduan sepatu. Pemicu yang lebih spesifik di sini adalah teman Anda, bukan toko sepatu.

6) Terus Berlatih

Anda ingin menghentikan kebiasaan bergosip, sehingga Anda selalu berlatih dan membiasakan diri untuk tidak bergosip dengan teman Anda, si X. Akhirnya, Anda sudah terbiasa untuk tidak bergosip. Namun, berhati-hatilah jika nanti Anda bertemu si X lagi, karena kebiasaan lama Anda bisa "kumat". Berlatihlah kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja.

7) Beri Reward dan buat Isyarat

Ketika Anda punya kebiasaan buruk tak bisa mengatur keuangan, padahal Anda ingin berlibur ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, coba ambil gambar tempat tujuan Anda tersebut. sebagai isyarat. Misalnya Anda ingin ke pantai, ambil gambar dari internet atau dari majalah, dan letakkan di dalam dompet Anda.

Atau, jika Anda misalnya sering melewatkan waktu sholat, Anda bisa memberi diri Anda sendiri reward berupa makanan favorit, atau jalan-jalan ke tempat kesukaan. Tapi awas, jangan terlalu memanjakan diri.

8) Ikuti Niat Baik Anda

Penelitian menunjukkan bahwa sebuah rencana sederhana, ketika Anda memiliki niat "jika nanti" bisa membuat perbedaan besar.

Ini juga bisa berlaku untuk atlit. Dalam suatu penelitian, ketika suatu kelompok pemain tenis diminta untuk membuat pernyataan "jika nanti", lalu menuliskannya, seperti: "Jika saya marah, maka saya akan menenangkan diri dan mengatakan, 'Saya pasti menang!' ", mereka akhirnya bisa bermain baik dalam pertandingan.

9) Melihat Ke Depan

Kebiasan menunda bisa memberi kepuasan instan. Meski Anda tahu Anda akan mendapatkan akibatnya, tapi Anda juga tahu bahwa akibatnya masih "nanti". Jadi, lihat ke depan, dan pertimbangkan apa akibatnya jika Anda menunda sesuatu.

10) Gunakan Kekuatan Tekad

Anggap apa yang Anda lakukan sebagai tes sekuat mana tekad Anda.

Dalam sebuah penelitian, mahasiswa diminta untuk menggenggam dinamometer sekuat-kuatnya dan selama mungkin. Mahasiswa yang menganggap bahwa hal tersebut adalah tes kekuatan tekad bisa menggenggam lebih kuat dan lebih lama daripada yang tidak.

Ketika mahasiswa yang tadinya tidak menganggal hal tersebut sebagai tes mengulanginya lagi dan kal ini menganggapnya sebagai tes, mereka bisa menggenggam dua kali lebih lama.

11) Jangan Percaya Angka

Mungkin Anda pernah mendengar berapa hari atau berapa lama Anda bisa membentuk kebiasaan baru. Jangan percaya, karena Dr. Nora Volkow, direktur National Institute on Drug Abuse mengatakan bahwa tidak ada data untuk itu.

12) Jangan Menyerah

Anda pasti tahu, kalau kegagalan atau jatuh-bangun itu sudah biasa.

Jadi, kalau Anda berusaha berhenti menghentikan kebiasaan untuk menggigit kuku, dan Anda masih melakukannya sekali-kali, itu tak apa. Jangan menyerah dahulu, teruskan saja.

Semuanya terserah Anda, apakah Anda ingin mengubah kebiasaan dan mengembangkan diri atau tidak. Saya cuma bisa memberi Anda kiat atau tip saja, dan Anda perlu mencoba taktik-taktik baru yang bisa membuat Anda berkembang menjadi lebih baik.




Sumber: Tips on breaking bad habits - latimes.com


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Mengapa Anda Tak Butuh Sekedar MotivasiAda yang mengatakan bahwa motivasi itu seperti halnya mandi atau gosok gigi. Anda harus terus menerus melakukannya untuk bisa merasakan dampak yang nyata.

Memang itu benar.

Motivasi bukanlah suatu hal yang bisa Anda miliki sekali atau dua kali dalam hidup, lalu Anda berharap untuk bisa mengubah diri Anda.

Kalau Anda hanya mandi selama satu atau dua kali saja seumur hidup, dan tidak melakukannya secara teratur selanjutnya, bisa dibayangkan apa jadinya diri Anda.

Memang, produk saya di www.targetpositif.com bernama Paket Motivator V.2, tapi isinya tak hanya sekedar motivasi.

Maksud saya begini..

Kalau seandainya saat ini Anda biasa mandi dua hari sekali, maka nantinya Anda akan bisa mandi dua kali sehari. Dengan kata lain, motivasi-motivasi yang Anda terima akan mengubah pola yang selama ini Anda lakukan.

Atau, paling tidak itulah yang seharusnya Anda lakukan.

Jadi, Anda perlu mengubah pola yang selama ini Anda lakukan. Anda tak hanya perlu menerima saran-saran yang ada sebagai motivasi, kemudian Anda bersemangat, lalu meninggalkannya begitu saja.

Tony Robbins pernah mengatakan dalam salah satu wawancara bahwa.

“Saya di sini bukan untuk memotivasi Anda. Saya di sini untuk memecah pola Anda.”

Ia juga pernah mengatakan..

“Saya bukan orang yang memberi Anda motivasi, saya adalah orang yang bertanya ‘mengapa’

Mengubah pola bisa Anda lakukan dengan pertanyaan pada diri sendiri: mengapa?

Ini bisa dilakukan dalam berbagai area hidup Anda. Misalnya..

“Mengapa selama ini badan saya bau?”

Jika jawabannya adalah “karena jarang mandi”, maka solusinya tentu dengan mandi lebih sering setiap harinya. Ubah pola Anda yang lama.

“Mengapa selama ini saya tidak bahagia?”

Jika jawabannya adalah “karena kurang bersyukur”, maka ubahlah pola Anda yang biasanya kurang bersyukur. Hitunglah anugerah Allah yang selama ini telah Anda dapatkan, ucapkan syukur tiap hari dalam doa Anda.

Ini seperti apa yang tertulis dalam e-book “Aturan Emas” (www.targetpositif.com),


“Tanpa rasa syukur, Anda tak akan bisa menghindar dari segala keburukan atas rasa kecewa dan tidak puas.”

Dalam masalah keuangan, mengubah pola ini juga sangat efektif.

Jika Anda bertanya, “Mengapa saya banyak hutang?”

Kemudian jawabannya adalah karena “tak bisa mengatur keuangan”, maka ubahlah pola Anda mengatur uang selama ini.

Jangan menunda, segera motivasi diri Anda untuk mengubah pola, dan lakukan perubahan yang perlu Anda lakukan meskipun itu kecil.


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Korban Gempa Haiti Terselamatkan oleh Aplikasi iPhoneFakta ini terungkap dalam sebuah kisah di balik kengerian gempa Haiti yang terjadi pada hari Selasa, 12 Januari 2010 lalu.


Sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh CNN, seorang pria bernama Dan Woolley yang terjebak dalam reruntuhan bangunan akibat gempa dahsyat di Haiti akhirnya bisa terselamatkan setelah berhasil merawat luka-lukanya sendiri dengan bantuan aplikasi iPhone.

Aplikasi apakah gerangan yang bisa menyelamatkannya?

Yang jelas bukan iFart dari Joel Comm. ( Maaf, saya tidak bermaksud merendahkan Joel Comm. iFart bagus juga kok..)

Aplikasi iPhone yang ia gunakan adalah Pocket First Aid & CPR dari Jive Media, yang membuatnya bisa mengakses berbagai informasi pertolongan pertama dari American Heart Association.

Dengan aplikasi tersebut, Woolley bisa merawat lukanya sendiri dengan mengikuti instruksi yang muncul dari aplikasi, seperti menghentikan pendarahan di kepala dan kaki.

Woolley memanfaatkan aplikasi iPhone tersebut untuk menghentikan pendarahan di kepalanya dengan kaos kaki, dan menutup luka di kakinya dengan kemeja.

Woolley juga mendapat instruksi untuk tidak tidur, sehingga ia menyetel alarm iPhone untuk berbunyi tiap 20 menit. Ketika baterai teleponnya sudah mulai habis, Woolley sudah terbiasa untuk terus terjaga dari tidurnya.

Akhirnya, setelah terjebak dalam reruntuhan selama lebih dari 60 jam, Woolley berhasil diselamatkan.

Pantaslah Steve Jobs dinobatkan sebagai CEO terbaik di dunia.

Inovasi-inovasinya, termasuk iPhone, telah memberikan nilai / value yang begitu besar pada orang lain, kapanpun dan di mana pun mereka berada.

Tak salah jika di tahun 2009, Harvard Business Review menobatkan Jobs sebagai CEO terbaik, dan tak ketinggalan majalah Fortune juga menobatkannya sebagai CEO abad ini.

Wow…Dengan ini, saya secara resmi mengucapkan selamat buat Woolley, Steve Jobs, Jive Media, dan juga American Heart Association

Oh ya, jangan lupa untuk berpartisipasi dengan mendonasikan sebagian harta Anda untuk para korban gempa Haiti melalui rekening PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat):

Rupiah (Rp):

BNI:
117.85.917 a/n PKPU

BCA:
600.034.7777 a/n PKPU

Mandiri:
126.000.1005.114 a/n PKPU

Dollar:

BNI:
117.85.951
Swift Code: BNI NI DJA TEB

Nomor-nomor rekening di atas adalah untuk donasi infaq dan kemanusiaan. Jika Anda ingin melakukan donasi untuk hal-hal lain seperti zakat, qurban, anak yatim, dan lain lain, silakan lihat detailnya di:

http://www.pkpu.or.id/profilx.php?id=8

Berilah nilai pada orang lain seperti halnya Steve Jobs, dengan ilmu atau harta Anda.

"Ketika Anda memberi, maka Anda akan sukses."


Gambar & sumber: CNN.com


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Wawancara Dr. Wayne Dyer dengan Ellen DeGeneres (Youtube Transcript) tentang EgoSaya menemukan satu video wawancara yang menurut saya sangat inspiratif dan bisa menjadi bahan perenungan. Video ini adalah wawancara Dr. Wayne Dyer, seorang penulis buku pengembangan diri populer. Wawancara ini dilakukan di acara Ellen DeGeneres Show pada tanggal 29 Februari 2008.

Dalam wawancara ini, mungkin ada poin di mana Anda sependapat, jadi saya harap Anda bisa menyaring informasi di sini.

Karena fitur embed untuk video ini dinonaktifkan, maka Anda bisa melihat video aslinya bisa Anda lihat melalui alamat berikut:

http://www.youtube.com/watch?v=iRAewRQl_ZY

Berikut adalah transkrip wawancara dalam bahasa Indonesia:

--

Ellen: Bintang tamu pertama kita telah membantu jutaan orang, termasuk saya sendiri, agar bisa hidup lebih baik dengan mengajarkan mereka untuk mengubah cara berpikir. Sambutlah penulis Change Your Thoughts, Change Your Life, Dr. Wayne Dyer.

--

Ellen: Selamat datang kembali..

Wayne: Anda kelihatan cantik..

Ellen: Oh, terimakasih..Anda juga. Baik, jadi terakhir kali Anda ke sini dan membicarakan tentang the dow, kali ini, saya pikir menarik, kita membicarakan masalah ego. Banyak orang tidak menyadari betapa bahwa ketika Anda terikat pada ego, pengaruhnya akan besar. Atau..jelaskan apa itu ego.

Wayne: Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa ego hanyalah sebuah ide. Ego adalah ide yang selalu kita bawa, tentang siapa diri kita. Guru saya di India, namanya Nisargadatta Maharaj..

Ellen: Tuhan memberkati..

(penonton tertawa)

Wayne: ..(tertawa) mengatakan bahwa ego adalah diri kita yang palsu. Jadi kita membawa ide ini..Jika Anda melihat kembali pada sembilan bulan pertama ketika Anda diciptakan, selama periode itu Anda tak melakukan apapun. Semuanya sudah diurus..partikel-partikel kecil, semua yang telah ditangani untuk Anda, dan Anda tak melakukan apapun, Anda tak khawatir apakah hidung Anda akan muncul di sini (menunjuk telinga), atau kaki Anda akan keluar dan semacamnya, Anda menyerahkan semuanya.

Kemudian Anda lahir, dan orang tua, keluarga, serta orang-orang di sekeliling Anda berkata “Pekerjaan yang bagus, Tuhan. Sekarang giliran kami yang mengurus.” Itu adalah sebuah kesalahan besar. Itulah saat kita mulai edging God out (menyingkirkan Tuhan); E-G-O. Kita menyingkirkan sumber penciptaan, tempat dari mana kita berasal, tempat kita akan pulang. Ini adalah perjalanan pulang.

Kita semua akan kembali pada ruh yang tak berbentuk dan tak terlihat, yang semuanya merupakan akar kita. Jadi ego, apa yang kita lakukan adalah kita mulai belajar, mulai melatih anak-anak kita dengan mengatakan “kau adalah apa yang kau miliki”. Jadi kita menghabiskan banyak waktu dan energi untuk percaya bahwa kita menjadi lebih bernilai karena kita bisa mendapatkan banyak hal, kita mulai menghubungkan nilai kita sebagai manusia pada apa yang kita dapatkan atau apa yang kita miliki.

Kita kemudian mengajari anak-anak kita lagi, dan mengatakan bahwa “kau bukan saja apa yang kau miliki, tapi kau adalah apa yang kau lakukan. “ Jadi, kita pergi ke sekolah, dan melakukan semuanya, belajar untuk melakukan, melakukan lebih banyak dan lebih banyak hal. Tapi masalahnya, jika Anda percaya bahwa Anda adalah apa yang Anda lakukan, ketika Anda tak melakukannya, ketika acara Anda dibatalkan, ketika hal seperti itu terjadi dalam hidup Anda, maka Anda percaya bahwa Anda tak bernilai lagi.

Kemudian Anda juga mengajari anak-anak Anda “kau adalah apa yang orang pikirkan tentangmu”. Jadi ada tiga komponen ego: Anda adalah apa yang Anda miliki, Anda adalah apa yang Anda lakukan, dan Anda adalah reputasi Anda. Saya selalu berkata pada anak-anak saya, “jika aku jadi kau, aku tak akan khawatir akan reputasiku, karena reputasimu tidak terletak di dalam dirimu” Anda tak bisa jadi apapun, tiap kali Anda membawakan acara talk show, Anda memiliki jutaan reputasi.

Anda tak bisa pergi keluar, itulah salah satu masalahnya tentang politik. Orang-orang mencoba meyakinkan agar orang lain setuju akan apa yang mereka katakan, bukannya mengatakan sesuatu yang datang dari hati. Jadi ego adalah tanda identifikasi tentang siapa diri kita sebagai manusia.

Kita menyingkitkan itu, dan apa yang kita lakukan adalah mencoba menyingkirkan bagian dari diri kita yang mengatakan siapa diri kita dengan apa yang kita miliki, apa yang kita lakukan, apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kemudian ego berkata bahwa Anda bukan hanya apa yang Anda miliki dan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, tapi Anda terpisah dari orang lain. Anda terpisah dari Tuhan. Hal paling buruk yang diajarkan oleh ego adalah bahwa kita terpisah dari Sang Pencipta. Padahal kita ada dari Sang Pencipta, jadi kita harus bisa menjadi seperti asal kita.

Kita semua memiliki jiwa yang hebat, seperti yang dimiliki oleh zat dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan kembali. Salah satu tokoh favorit saya, Albert Einstein, ketika ditanya tentang fisika kuantum dan semacamnya, dia mengatakan “Aku tak tertarik pada detailnya. Apa yang ingin kuketahui adalah bagaimana Tuhan berpikir. Aku ingin berpikir seperti Tuhan.” Dan jika Anda bertanya bagaimana Tuhan berpikir, yaitu selalu memberi, selalu menawarkan, selalu menyediakan, dan tak pernah meminta apapun sebagai balas jasa. Jika Anda bisa belajar seperti itu, berarti itu hidup tanpa ego.

Ellen: Jadi itulah bagaimana melepaskan ego. Jadi itulah bagaimana Anda melepaskan semuanya tanpa ego, dengan berpikir seperti Tuhan..

Wayne: Ya. Ada seorang penyair hebat bernama Hafiz. Dia mengatakan bahwa “sampai sekarang matahari tak pernah berkata pada bumi ‘kau berhutang padaku’. Pikirkan bagaimana jika cinta seperti itu. Cinta seperti itu bisa menerangi seluruh dunia.” Kita harus berlatih untuk bisa seperti itu. Semakin banyak kita memberi dan menawari, melepaskan keinginan untuk bisa menjadi lebih baik dari orang lain, melepaskan keinginan untuk menang, dan melatih apa yang saya sebut “kerendahan hati radikal”, ketika kita menyingkirkan ego dan berhenti mencoba membuat diri kita lebih baik dari orang lain, dan melatih untuk memberi, menawari, dan melayani.

Makin sering Anda melakukannya, justru makin banyak yang akan Anda dapatkan. Masalah terbesar tentang ego adalah, ego memiliki mantra. Mantra ego mengatakan “lebih”. Saya harus punya lebih. Anda tak pernah puas. Anda tak pernah sampai, Anda hanya berjuang, berjuang, dan berjuang, Anda terus ingin ke tempat lain. Anda ingin ke tempat di mana Anda..itulah mengapa dalam buku Change Your Thoughts, Lao Tzu mengajarkan kita tentang kepuasan, hidup dalam ruang kepuasan.

Saya tadi dijemput oleh supir saya ketika akan ke sini, dan perjalanannya 40 menit dari hotel. Saya berpikir bagaimana saya bisa berada di ruang yang penuh rasa syukur, meski selama 40 menit. Kemudian kami berhenti di lampu merah, dan saya melihat ada seekor kupu-kupu putih yang bergerak maju mundur, mendekat ke jendela, lalu saya berpikir inilah hidup sebenarnya, yaitu berada di ruang apresiasi. Anda tahu, (Jallaludin) Rumi berkata “jual kepandaianmu, dan belilah kekaguman”. Jadilah kagum tentang semuanya, dan lepaskan ego Anda.

Anda tak perlu mengalahkah orang lain, Anda tak perlu menjadi lebih dari siapapun, Anda hanya perlu menjadi orang yang berpikir seperti Tuhan, yaitu memberi, menawari, melayani, dan mencintai.

Ellen: Sangat indah. Jika Anda tidak berhenti, jika Anda terus diam di dalam mobil, dan Anda tak berhenti dan melakukannya, maka Anda tak akan melihat kupu-kupu tadi. Anda tak melihat hal seperti itu, dan saya tahu apa arti kupu-kupu bagi Anda, karena ada cerita yang indah di sini (menunjuk buku Change Your Thoughts, Change Your Life). Baiklah, kita akan istirahat sebentar, dan kita akan kembali untuk membahas tentang bagaimana mengatasi hambatan ego.

--

Ellen: Kembali bersama Dr. Wayne Dyer. Mari kita bahas bagaimana orang bisa mengatasi hambatan ego.

Wayne: Saya pikir satu hal lagi yang perlu dipikirkan adalah untuk melepaskan kebutuhan Anda akan reputasi. Salah satu hal terbaik yang bisa Anda pelajari dalam hidup adalah untuk terus ingat dan mengatakan pada diri Anda sendiri bahwa ketika orang mengkritik Anda, katakan: apa yang Anda pikirkan tentang saya bukanlah urusan saya. Bukan urusan saya, betapapun orang lain terus menerus melakukannya.

Kita juga punya kebutuhan untuk menjadi benar, dan selama bertahun-tahun saya selalu mengatakan, jika Anda harus memilih untuk menjadi benar atau menjadi baik, selalu pilih baik. Anda sering melihat orang ingin menang dalam adu pendapat dan membuat orang lain menjadi salah. Jika Anda bisa berhenti ketika akan menyalahkan orang lain dan berkata “hal baik apa yang bisa kukatakan di sini”, “apa yang bisa kukatakan agar orang lain bisa merasa lebih baik?”, karena menang atau menjadi benar adalah hal-hal yang telah diyakinkan oleh ego pada Anda.

Dan ingat bahwa kita semua bukanlah manusia yang memiliki pengalaman spiritual. Ego mengajarkan pada Anda bahwa Anda adalah manusia, dan kadang kau memiliki pengalaman spiritual. Padahal, kita semua adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman sebagai manusia. Ingatkan diri sendiri bahwa inti hidup Anda adalah ruh, seperti kata Isa “Ruh lah yang memberi kehidupan. Raga tak ada apa-apanya.” dan itulah ego.

Ellen: Itu benar. Baik, saya bisa terus mendengarkan Anda dan biasanya tiap hari saya mendengarkan apapun yang Anda buat dalam CD ketika berangkat dan pulang kerja, karena Anda membuat saya...

Wayne: Saya menyayangi Anda seperti Anda menyayangi saya..

Ellen: Terimakasih banyak..Saya beri tahu, Anda tak akan merasa lebih baik daripada ketika Anda mendengarkannya, dan semua penonton di sini akan mendapatkan Change Your Thoughts, Change Your Life.


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google