Latest Posts

27 November 2016

Tony Robbins - Seminar "Unleash the Power Within"

Klik untuk menonton video

Ini sebenarnya bukan seminar, tapi bagian dari acara Anthony Robbins "Unleash the Power Within" (acara sebenarnya berlangsung beberapa hari) .

Pada bagian ini Tony menjelaskan tentang bagaimana cara membuat perubahan permanen (seperti berhenti merokok, dsb) dan juga tentang rumus sukses penghabisan, dengan subtitle terjemahan bahasa Indonesia.

Ada juga cerita inspiratif Sylvester Stallone tentang bagaimana ia mengawali karirnya di dunia film.


Menurut Anda, apa rasa takut  nomor satu kebanyakan orang? Takut gagal. Dan alasan takut gagal adalah karena mereka tak akan dicintai. Mereka akan ditolak. Mereka akan disakiti, dihakimi. Jadi yang sebenarnya mereka takutkan adalah kehilangan cinta. - Tony Robbins

read more...

19 November 2016

Toni Ruttimann - Membangun Jembatan Untuk Yang Miskin

Klik untuk menonton video

Cerita menginspirasi Toni Ruttiman, seorang pria dari negara makmur Switzerland, membangun jembatan di negara-negara yang membutuhkan, seperti Ekuador, Meksiko, Vietnam, Kamboja, termasuk di Indonesia (meski tak ada di dalam video).

Anak-anak, para pria dan wanita dari negara-negara jauh bekerja sama sehingga orang bisa membuka jalan untuk pertama kali melalui sungai mereka. Karena orang yang mampu meningkatkan harga dirinya ketika ia membuktikan ia mampu membangun sesuatu, ketika ia menyadari dengan usaha bersama mampu mematahkan kutukan menunggu jembatan, ketika ia melihat bahwa dengan tangannya ia bisa membuat jalan untuk anak-anaknya dan mewujudkan mimpi orang itu, ketika ia menyeberang jembatan dengan jembatan baja dan melihat ke kaki langit ia menyadari bahwa visinya untuk dunia telah berubah selamanya. Ia tahu ia manusia baru. Ia lahir kembali.
read more...

Agama Bukanlah Obsesi Tentang Peraturan

Klik untuk menonton video

Dari presentasi Tariq Ramadan di TEDx Salford, Inggris, tentang agama, spiritualitas, dan etika:


Bahwa cara kita menghadapi agama saat ini sering kali dipahami sebagai referensi di mana kita melarang, kita mengutuk dan menghukum. Dan ini semua berdasarkan obsesi dengan peraturan dan kita harus sangat berhati-hati terhadapnya. Inti dari agama bukanlah tentang itu. Bahkan ketika kita sampai pada apa yang seharusnya menjadi inti agama, lebih kepada hubungan Anda dengan diri Anda sendiri. Cara Anda menguasai diri sendiri...
read more...

10 November 2016

Robert Kiyosaki - 60 Menit Untuk Menjadi Kaya


Klik untuk menonton video


Belajar cara menjadi orang kaya dari ahli keuangan Robert Kiyosaki, penulis buku "Rich Dad, Poor Dad".

Bukan masalah berapa pendapatan Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan uang Anda.


Ayah kaya saya berkata, hanya karena Anda tinggal di rumah besar, punya mobil dan baju bagus, tak berarti Anda kaya. Bisa saja Anda miskin, lebih dari orang miskin.


Jadi definisi kekayaan adalah, berapa lama Anda bisa bertahan tanpa bekerja.
read more...

30 Oktober 2016

Marshall Goldsmith - Cara Mengubah Diri Sendiri dan Orang Lain

Klik untuk menonton video
Dr. Marshall Goldsmith adalah coach atau pelatih dari orang-orang yang sudah sukses seperti CEO atau calon CEO dari perusahaan besar, supaya mereka bisa lebih sukses lagi. Tapi menurut saya presentasinya di Google ini bisa kita semua manfaatkan, apapun profesi dan posisi kita dalam hidup.

Anda tak bisa selalu melakukan yang disarankan orang, tapi Anda bisa mendengar dan berkata, "Aku akan pikirkan saranmu. Aku ingin dengar pendapatmu dan akan berusaha sebisaku.", hanya itu yang perlu Anda lakukan. Jangan berjanji untuk bertindak, dengarkan saja.

...jika orang jadi lebih baik, dari mana ini datangnya? Dari dalam diri mereka. Anda tak bisa buat orang mengubah apa yang tak mau mereka ubah.

Jangan terlalu memikirkan apa yang tak Anda punya sehingga Anda melupakan yang Anda punya.
read more...

Memberi Banyak Dapat Banyak, Memberi Sedikit Dapat Sedikit


Klik untuk menonton video
Marshall Goldsmith, pelatih kepemimpinan (leadership coach) no.1 di dunia, menceritakan tentang prinsip "memberi":

===

Ada cerita kecil tentang kedermawanan ketika saya masih muda. Waktu itu di Kentucky ada "March of Dimes Bread Drive", dan sekolah saya adalah salah satu sekolah miskin di wilayah tersebut saya dipercaya untuk mengetuk pintu dan berkata,

"Apa Anda ingin donasi?"

 Dan kalau orang memberi donasi, Anda beri mereka sepotong roti.

Jadi saya berkata pada tim saya, yang akhirnya mendapat uang terbanyak dari sekolah lain di seluruh wilayah itu. Saya katakan pada tim saya bahwa kami akan lakukan hal yang berbeda.

Beri mereka rotinya.

Pada akhirnya kami juga akan membuang rotinya. Jika mereka terlalu miskin untuk memberi uang, beri saja rotinya. Anda beri saja rotinya, dan berkata,

 "Jika Anda ingin donasi, kami akan senang."

Kami mengumpulkan uang lebih banyak dari siapapun.

Bagi saya, mencoba menyuap seseorang dengan sepotong roti berarti merendahkan.

 "Jika Anda beri saya uang, saya beri Anda roti", ini merendahkan.

 Jadi saya mulai punya filosofi, berikan orang rotinya.

 Beri saja mereka rotinya, bagi saya semua orang itu dermawan dan baik. Dan hidup saya hampir tak pernah dimanfaatkan, tak ada yang pernah mencurangi saya.

Jadi saya pikir ini adalah filosofi kehidupan yang baik, beri saja rotinya dan kalau mereka ingin memberi sesuatu buat Anda, bagus, kalau tidak tak mengapa, mungkin mereka tak mampu atau tak bisa.

Masa bodoh.

 Masa bodoh, jangan khawatir, beri saja mereka rotinya.
read more...

25 Oktober 2016

Sukses Tak Harus Kaya Seperti Bill Gates


Klik untuk menonton video

Seperti yang sudah saya curhatkan sebelumnya, untuk jadi orang "sukses" tidak perlu jadi tokoh seperti Bill Gates, Elon Musk, Muhammad Yunus, atau tokoh-tokoh besar lainnya.

Tentu kita bisa belajar dari mereka semua, apapun profesi mereka dan apapun agama atau kepercayaan mereka, dan melakukan apa yang sesuai dengan hati nurani kita sendiri.

Alain de Botton mengungkapkannya dengan sangat baik:

Peluang menjadi Bill Gates secara statistik sama kecilnya seperti menang lotere atau menjadi Raja Perancis di abad ke-17. Sangat tidak mungkin.


Status tinggi seharusnya tersebar lebih merata daripada sekarang, dan kita dibuat gila oleh sistem status yang hanya memberi imbalan pada sangat sedikit orang dalam sangat sedikit sekali ketrampilan.
read more...