Download Youtube Tanpa Software / KeepvidKetika Anda browsing atau menjelajahi situs yang sama untuk kedua kalinya, maka loading dari halaman yang sedang Anda jelajahi tersebut akan terasa lebih cepat. Ini disebabkan karena adanya cache (baca: /kæʃ/), yaitu tempat penyimpanan sementara di mana data (gambar, video, teks, dll) yang sering diakses bisa disimpan dengan lebih cepat (Wikipedia).

Nah, dengan cache ini, jika Anda sedang melihat video di Youtube atau situs video sharing lain, maka secara otomatis video yang sedang Anda putar akan tersimpan di cache web browser Anda.

Ini artinya, video tersebut sudah secara otomatis terdownload dalam komputer Anda, tanpa Anda harus menggunakan software untuk mendownload video dari Youtube, atau menggunakan jasa situs seperti Keepvid.

Apa yang harus Anda lakukan adalah, masuk ke dalam folder cache browser Anda, dan meng-copy video favorit Anda (atau file lain seperti gambar) ke folder yang Anda inginkan.

Cara pertama, Anda bisa menggunakan menggunakan VideoCacheView yang bisa Anda download gratis di:

http://www.nirsoft.net/utils/videocacheview.zip (67.9 Kb)


Selain cara di atas, jika Anda menggunakan Mozilla Firefox, maka Anda bisa mengikuti langkah berikut:

1. Buka Youtube atau situs video sharing lain, dan putar video yang ingin Anda lihat sampai selesai.

2. Segera buka folder cache Anda yang ada di:

C:\Users\Nama Pengguna\AppData\Local\Mozilla\Firefox\Profiles\ks6in2mi.default

3. Setelah itu, Anda akan melihat banyak file yang namanya hanya berupa angka dan huruf. Untuk mencari video yang baru saja Anda putar tadi, klik kanan pada mouse Anda, lalu pilih sort by – date modified. Video yang baru saja Anda putar akan berada di pojok kiri atas, atau bisa juga paling bawah (lihat file secara detail untuk bisa melihat tanggal modifikasinya).

4. Copy file tersebut, dan paste ke folder yang Anda inginkan (misalnya My Document), lalu rename dan berikan ekstensi .flv di akhir file tersebut.

Semoga bermanfaat



Gambar:esquire.com


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Apakah Anda memiliki rencanMencapai Sasaran Hidup Andaa jangka panjang, namun tindakan Anda hanya berlaku untuk jangka pendek saja?

Jika ya, maka Anda sedang menempuh jalan menuju kehancuran (bahasanya serem banget ya…).

Jika misalnya Anda memiliki sasaran atau target bahwa Anda harus berolahraga untuk bisa turun berat badan, maka Anda harus menjadikan olah raga sebagai kebiasaan. Jika Anda punya rencana untuk menurunkan berat badan, namun Anda hanya melakukan tindakan untuk jangka pendek saja, seperti olah raga yang hanya sekali-sekali, maka ini sama saja. Anda bisa saja turun berat badan, tapi tak lama lagi berat badan Anda akan kembali seperti semula.

Seperti halnya contoh di atas, perubahan dalam karir juga perlu waktu dan perencanaan, karena sasaran Anda kemungkinan besar tak akan bisa tercapai dalam waktu singkat.

Sekarang ini, dunia kita telah bergeser. Kita sekarang sudah bisa menikmati teknologi voice-mail, e-mail, telepon genggam, dan berbagai teknologi lain yang membuat waktu “menunggu” kita menjadi hampir tak ada lagi. Semua berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Dengan kemudahan akses informasi, maka orang juga banyak yang berharap bahwa kemudahan dalam mewujudkan sasaran hidup juga bisa meningkat. Di media elektronik misalnya, kita bisa melihat berbagai acara reality show atau kuis yang bisa mewujudkan “mimpi” seseorang dalam waktu singkat. Di internet juga begitu, ada banyak sekali situs yang menawarkan peluang bisnis cepat kaya.

Padahal, tidak selalu demikian adanya. Berbagai hal di zaman sekarang memang sudah menjadi semakin mudah dan cepat, namun segala usaha tetaplah butuh komitmen dan waktu. Mungkin waktunya tidak selama bertahun-tahun lalu seperti ketika sebelum internet ditemukan, tapi tetap butuh komitmen dan waktu.

Pada awalnya, orang harus memiliki komitmen untuk mencapai sasaran, karena tanpa komitmen sasaran hidup tidak akan berpengaruh pada tindakan (Locke & Latham, 1990)

Misalnya, sasaran Anda saat ini adalah untuk melatih kucing Anda agar menjadi lebih patuh. Dalam proses pelatihan tersebut, tentu Anda tahu bahwa Anda akan membutuhkan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Dalam kasus ini, Anda sudah siap menerima risiko itu karena Anda ingin agar kucing Anda bisa menurut pada Anda. Jika memang Anda bisa sabar dan berkomitmen terhadap kucing Anda, bisakah Anda juga bersikap sabar terhadap diri sendiri?

Atau kalau Anda tidak punya kucing, ketika Anda menanam pohon, maka Anda tentu akan menyiramnya secara teratur, dan memberikan perawatan-perawatan lain agar pohon tersebut bisa tumbuh besar dan akhirnya menghasilkan buah. Apakah Anda merawat diri Anda sendiri, seperti ketika Anda merawat pohon tersebut?

Usaha yang tepat disertai dengan kesabaran tentu akan berbuah manis.

Nah, selain hal-hal tersebut di atas, hal lain yang bisa Anda lakukan untuk bisa melangkah lebih dekat pada sasaran dalam kehidupan adalah dengan memecah sasaran jangka panjang Anda menjadi suatu sub-sasaran.

Misalnya, Anda ingin mendapatkan penghasilan sebesar Rp 40 juta per bulan. Anda bisa memecah-mecah sasaran Anda tersebut, seperti Rp 10 juta per minggu, lalu 1,5 juta per hari, dan seterusnya. Jadi, untuk bisa mencapai Rp 40 juta per minggu, maka Anda bisa tahu berapa produk yang harus Anda jual tiap harinya, tiap bulannya, dan seterusnya.

Pemecahan sasaran menjadi sub-sasaran yang lebih spesifik seperti ini akan bisa lebih meningkatkan regulasi diri (self-regulation) dan mengaktifkan evaluasi diri (self-evaluation) daripada sasaran yang lebih luas, seperti misalnya “saya akan melakukan yang terbaik" atau "saya akan berusaha keras" (Locke & Latham, 1990)

Jadi, pecah-pecahlah sasaran Anda. Kalau diibaratkan, hari ini Anda menyiapkan tanahnya dahulu, besok baru menanam benih tanaman Anda.



Gambar: tlcc-business-school.com
Sumber: ericdigests.org


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Berbeda Itu Tak Apa: Sudut Pandang yang Bertolak BelakangPernahkah Anda memiliki pendapat, opini, atau ide yang berbeda dengan orang lain?

Saya yakin pasti pernah.

Ketika Anda membaca buku, tentang apapun, apakah Anda pernah menemukan teori yang berbeda dari buku yang membahas hal yang sama?

Jika Anda seperti saya, pasti jawabannya pernah juga.

Orang biasanya memiliki perbedaan pendapat dan sudut pandang, karena mereka mendasarkan perbedaan sudut pandang tersebut dari pengalaman mereka masing-masing. Sedangkan, pengalaman tiap orang tidak selalu sama, meski dilakukan dengan cara yang sama. Dalam hidup ini, bahkan 2 x 2 tidak selalu sama dengan 4, tapi bisa 0, 1, 10, 100, dan seterusnya.

Perbedaan ini misalnya bisa kita temukan dari dua orang pengusaha top tingkat dunia, yaitu Andrew Carnegie dan Richard Branson.

Andrew Carnegie dan Richard Branson yang meskipun hidup di zaman yang berbeda, mereka sama-sama pebisnis sukses, dan mereka memiliki gaya dan sudut pandang mereka sendiri dalam berbisnis. Jadi, mereka juga akan mengatakan hal yang berbeda pada orang lain yang ingin belajar berbisnis melalui buku atau kata-kata mereka secara langsung.

Seperti yang tertulis dalam artikel Pelajaran Kehidupan Tak Ternilai dari Andrew Carnegie, Carnegie pernah mengatakan bahwa:

“Taruhlah telur dalam satu keranjang, dan awasi keranjang itu.”

Ini biasanya sering diucapkan ketika orang berbisnis atau berinvestasi. Andrew Carnegie menyarankan agar orang tidak memecah konsentrasinya, sehingga mereka justru “menjatuhkan telur-telur yang sedang mereka bawa.” Andrew Carnegie selalu setia pada perusahaannya yang bergerak di industri baja, yang akhirnya bisa menjadi besar dari waktu ke waktu karena fokusnya.

Namun, Richard Branson memiliki pendapat yang berbeda. Pengusaha yang terkenal akan Virgin Group-nya ini menolak teori fokus dengan mengatakan bahwa:

“Adalah sebuah pengkhianatan bila bisnis membatasi kemampuan orang untuk berkembang.”

Branson mengungkapkan pernyataan tersebut karena Virgin Group memang bergerak di bidang yang sangat bervariasi, mulai dari transportasi, hiburan, keuangan, turisme, media dan telekomunikasi, kesehatan, serta lingkungan hidup. Menurut Branson, fokus bisa membatasi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya.

Kemudian, Anda pasti mengenal sosok pengusaha nyentrik, Bob Sadino. Pengusaha yang satu ini memang sering kali membuat orang lain berdecak heran karena “kegilaannya”. Bob Sadino pernah mengatakan bahwa:

“Saya tidak mempunyai tujuan dalam berbisnis.”

Ya, memang Anda tidak salah baca. Bob Sadino pun mengatakan bahwa kita tak boleh bermimpi. Lho, kok begitu?

Menurut Bob, dia tidak setuju dengan “tujuan” dan “mimpi”. Kalau orang sering mengatakan bahwa kita harus punya “tujuan” hidup dan juga “mimpi”, Bob tidak sependapat. Dia mengatakan bahwa ketika kita bermimpi, maka dia justru sudah mendapatkan hasil, sementara kita masih bermimpi. Dia mengatakan bahwa kita harus segera melangkah dan bertindak dalam bisnis, tak perlu bermimpi. Dia juga mengatakan bahwa dia tak melihat peluang, karena peluang tak perlu dilihat lagi, sudah jelas ada jutaan peluang bisnis dari ujung rambut sampai ujung kaki kita.

Sementara, Jack Canfield, seorang pengusaha, pembicara, dan salah satu penulis buku populer “Chicken Soup”, pernah mengatakan bahwa:

“Buatlah daftar tentang 101 hal yang ingin Anda capai dalam hidup sebelum Anda mati.”

Jack mengatakan bahwa mayoritas orang sukses selalu memiliki tujuan dalam hidupnya, sementara hanya 10% orang Amerika yang memiliki tujuan. Lebih lanjut lagi, dia mengatakan bahwa:

“Orang yang tidak memiliki tujuan akan dikendalikan oleh orang lain yang mempunyai tujuan.”

Mereka memiliki pendapat masing-masing, yang didasarkan dari pengalaman mereka. Andrew Carnegie bisa menjadi sangat sukses karena dia fokus, namun Richard Branson juga bisa menjadi sukses luar biasa karena diversifikasi. Bob Sadino bisa sangat sukses sebagai pengusaha karena dia tidak punya tujuan, sementara Jack Canfield juga bisa sukses karena dia memiliki tujuan hidup.

Bahkan, definisi sukses bagi setiap orang pun bisa berbeda. Ada yang mengatakan bahwa sukses adalah perjalanan atau proses, sukses berarti jika Anda bebas finansial, jika Anda bisa membantu orang, dan lain sebagainya.

Jadi, perbedaan pendapat atau sudut pandang itu sudah biasa, dan ini adalah hak setiap orang. Lalu, dari perbedaan pendapat di atas, mana yang Anda percaya dan akan Anda terapkan? Semua terserah Anda.

Ini cocok sekali dengan sikap pebisnis dan penulis terkenal, T. Harv Eker, yang selalu mengatakan hal ini dalam seminarnya:

“Jangan pernah percaya pada apa yang akan saya katakan.”

Mengapa?

Sebab, Harv hanya mengatakan apa yang berhasil dia terapkan dari pengalamannya selama berbisnis. Apa yang dia katakan hanya benar baginya, sementara para peserta seminar hanyalah mendengarkan, dan semua yang mereka dengar belumlah bisa menjadi fakta jika mereka tidak menerapkannya sendiri.

Perbedaan sudut pandang seharusnya tidak boleh menimbulkan perpecahan atau perdebatan yang sengit. Kalau saya sendiri, setuju pada salah satu nasihat Thomas Jefferson:

“Take things always by their smooth handle.”

Oh ya..saya juga setuju dengan pepatah China yang mengatakan bahwa:

"Saya melihat, dan saya lupa.
Saya mendengar, dan saya ingat.
Saya melakukan, dan saya mengerti."

Lihat, dengar, dan lakukan apa yang Anda percaya. Oh ya, pendapat atau komentar apapun dari Anda juga akan saya terima :-)



Gambar: brickmarketingconsulting.com
Sumber: Seputar Indonesia


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Nama PT. Pertamina (Perusahaan Tambang dan Minyak Negara) memang sudah akrab di telinga rakyat Indonesia. Perusahaan milik negara ini memang telah berperan banyak bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia melalui berbagai program dan produknya.

Pertamina sendiri sudah banyak mengalami perubahan sejak pertama kali didirikan pada tanggal 10 Desember 1957.  Dahulu, pada awal-awal kemerdekaan sekitar tahun 1949, kita harus rela menghadapi perusahaan asing yang menguasai sumber daya minyak dan gas di Indonesia. Dua perusahaan besar, yaitu Royal Dutch/Shell dan Standard-Vacuum Oil Company (Stanvac) terus beroperasi di Indonesia sampai tahun 1951, hingga pada akhirnya Pertamina dibentuk pada tahun 1957 dengan nama awal Permina.

Tahun demi tahun berganti, dan Indonesia pun akhirnya bergabung menjadi anggota organisasi negara-negara pengekspor minyak atau OPEC di tahun 1962. Setelah itu, kemajuan-kemajuan terus dibuat oleh Permina, seperti pada tahun 1965 ketika Permina telah berhasil memiliki 9 ladang pengeboran minyak, dan menghasilkan 21,000 barel minyak per hari.

Dengan adanya kemajuan ini, maka pemerintah Indonesia memiliki keberanian, dan tidak ragu lagi untuk membeli seluruh aset dari Shell sebanyak USD 10 juta selama periode 5 tahun setelah 1966.

Perkembangan positif yang dialami oleh Pertamina ini tak lepas dari usaha keras mereka, yang kalau boleh bisa kita ungkapkan dengan kalimat “kerja keras adalah energi kita”. Pertamina mencoba memberikan yang terbaik dengan kerja keras mereka, yang diharapkan dapat memberikan energi bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang, karena Pertamina mengurusi “hajat hidup orang banyak”.

Pertamina  sendiri memiliki 6 tata nilai luhur dalam menjalankan usahanya, dan ini tentu kita harapkan untuk benar-benar diterapkan, bukan hanya hitam di atas putih saja:

1. Clean  (Bersih)

Pertamina menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas.

2. Competitive (Kompetitif)

Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional.

3. Confident (Percaya Diri)

Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa


4. Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan)

Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.


5. Commercial (Komersial)

Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

6. Capable (Berkemampuan)

Pertamina dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, juga berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan. 

Dengan adanya 6 tata nilai luhur tersebut, Pertamina nampaknya mampu menjalankan bisnisnya dengan cukup baik, sehingga survey yang dilakukan oleh Majalah SWA akhirnya memberikan ICSA (Indonesian Consumer Satisfaction Award) 2009 melalui produk Prima XP.

Selain tata nilai luhur, seperti halnya perusahaan-perusahaan lain, Pertamina juga memiliki tanggung jawab sosial (corporate social responsibility), di antaranya yaitu dengan pengembangan masyarakat (community development).

Community development ini adalah bentuk pertanggungjawaban Pertamina terhadap perkembangan masyarakat sekitar. Bentuk kontribusinya bermacam-macam, seperti pengembangan dalam bidang ekonomi, pendidikan (beasiswa), agama, kesehatan, transportasi, sosial, dan lingkungan.

Melihat kontribusi Pertamina sampai saat ini, dari hati saya yang paling dalam saya ingin mengucapkan semoga Pertamina benar-benar bisa membuat “kerja keras sebagai energi kita”, memberi kontribusi positif bagi kemanjuan bangsa, dan visinya untuk bisa menjadi perusahaan kelas dunia serta sebagai perusahaan panutan (role model) di Indonesia bisa tercapai




Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Jika Anda saat ini berusia 18 – 35 tahun, dan Anda tinggal di Asia Tenggara, maka Anda berkesempatan untuk mendapat tiket masuk senilai USD2,500 (+akomodasi) ke Youth Engagement Summit (YES) 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 15 sampai 18 November 2009 nanti.

YES ini sendiri adalah suatu gerakan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi seseorang, dan dengan ini, diharapkan juga bahwa Anda akan dapat mengembangkan orang-orang di sekitar Anda. Ini sesuai dengan misi mereka:


“Ketika 1 juta anak muda di Asia Tenggara bisa mengubah dirinya sendiri – maka Anda bisa mengubah seluruh wilayah Anda.”

Wow, bagus sekali, bukan?

Di event ini, Anda juga berkesempatan untuk bertemu dengan para pemimpin, seniman, dan pebisnis kelas dunia yang tentunya telah memberi perubahan positif, seperti:

1. Biz Stone (Co-founder Twitter)
2. Sir Bob Geldof (Founder Live8)
3. Dr. Mamphela Ramphele (dari Cape Town University)
4. Amitabh Bachchan (aktor Bollywood)

Tapi sebaiknya Anda bergegas, karena waktunya tinggal sedikit!

Untuk informasi lebih lengkapnya, silakan klik:


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

10 Aturan Hidup BahagiaThomas Jefferson, presiden ke-3 Amerika Serikat, pernah menyebutkan 10 aturan yang ia anggap bisa membuat hidup Anda bahagia.

Aturan ini sebenarnya ditulis Jefferson atas permintaan orang tua seorang bayi yang baru lahir dan diberi nama Thomas Jefferson Smith.

Apakah Anda ingin mencobanya? Berikut nasihat Thomas Jefferson yang legendaris itu:

1. Jangan pernah menunda sampai besok untuk hal yang bisa Anda lakukan sekarang.

Sepertinya ungkapan ini cukup populer bagi kita, karena kalimat bijak ini biasanya bisa kita lihat di bagian bawah buku tulis yang kita gunakan saat sekolah

Jadi, intinya sikap menunda itu tidak baik. Lakukan sekarang, karena belum tentu besok Anda bisa melakukan apa yang saat ini Anda tunda.

2. Jangan pernah merepotkan orang lain untuk hal-hal yang bisa Anda lakukan sendiri.

Kalau Anda bisa makan sendiri, jangan minta disuapi. Kalau Anda bisa mencari uang sendiri, jangan meminta uang dari orang lain

3. Jangan pernah membelanjakan uang sebelum Anda memilikinya.

Lho…bagaimana bisa belanja kalau uangnya tidak ada?

Ya, artinya jangan berhutang untuk hal-hal konsumtif. Kalau Anda memang belum punya uang, jangan berharap untuk membeli yang macam-macam, sehingga nantinya Anda justru terjerat hutang.

Karena itulah, Anda perlu memiliki pengetahuan finansial, sehingga Anda tahu bagaimana mengatur uang, dan bagaimana seharusnya memperlakukan harta yang Anda miliki.

4. Jangan pernah membeli hal-hal yang tidak Anda sukai hanya karena harganya murah; karena Anda tak akan merasa hal tersebut berharga.

Kalau Anda berbelanja, sebaiknya jangan selalu melihat sesuatu dari harganya yang murah. Misalnya, kalau Anda membeli sepatu hanya karena harganya murah, bersiap-siaplah untuk menyesal, karena sepatu Anda sebentar lagi tak akan bisa dipakai. Lebih baik membeli barang yang sedikit mahal, namun kualitasnya sebanding. Dengan membeli barang yang lebih mahal dan berkualitas baik, maka Anda juga akan lebih menghargainya.

Ini juga berhubungan dengan poin nomor 3, di mana Anda harus tahu bagaimana mengatur keuangan Anda (coba baca eBook "Keuangan Pribadi" [asetinternet.com]dari David Ciang)

5. Kesombongan lebih merugikan daripada kelaparan, kehausan, dan kedinginan.

Orang kaya yang suka menyombongkan pangkat dan hartanya adalah tidak lebih baik dari orang miskin yang selalu hidup kelaparan, kehausan, dan kedinginan.

6. Jangan pernah menyesal karena Anda makan terlalu sedikit.

Bersyukurlah. Meski hanya sedikit, Anda masih bisa makan. Anda masih lebih baik dari orang-orang yang tak bisa makan sama sekali karena kemiskinan, penindasan, atau bencana alam.

7. Tak ada hal yang merepotkan jika kita melakukannya dengan senang hati.

Menurut Paul Zane Pilzer, salah satu tanda bahwa bisnis Anda sudah tepat adalah jika Anda tidak merasa repot atau susah ketika menjalankan bisnis Anda. Bahkan ketika Anda sedang menonton tv bersama keluarga, Anda sesekali masih memikirkan bisnis Anda, karena Anda sangat menyukai dan menikmati apa yang Anda kerjakan.

Lakukan pekerjaan Anda dengan senang hati, maka Anda tak akan merasa bahwa Anda sedang “bekerja”. Saya tahu kalau saya merasakannya. Bagaimana dengan Anda?

8. Jangan biarkan Anda merasa tersakiti untuk hal-hal yang tak pernah terjadi.

Banyak orang mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, dan pada akhirnya bahkan tidak pernah terjadi sama sekali. Ini hanya akan membuat Anda "sakit" karena suatu hal yang tidak jelas. Jika Anda memiliki masalah kekhawatiran, saya menyarankan Anda membaca buku Dale Carnegie, How to Stop Worrying and Start Living.

9. Jangan menangani hal dengan perdebatan.

Kalimat ini dalam bahasa Inggrisnya berbunyi “take things always by their smooth handle”, dan sebenarnya bisa diartikan apapun oleh pembacanya. Namun, arti yang banyak diterima adalah bahwa sebaiknya jangan menangani hal dengan perdebatan. Sebab, perdebatan menyangkut opini, dan siapapun bisa memiliki opini.

Argumen dan debat memang masih perlu, tapi jangan sampai hanya membuat keadaan menjadi semakin buruk, bukannya semakin baik.

10. Ketika marah, berhitunglah sampai 10 sebelum Anda berbicara; dan jika Anda sangat marah, berhitunglah sampai 100.

Ada satu kalimat bijak yang mengatakan bahwa kemarahan adalah bila kata-kata atau tindakan keluar lebih dahulu daripada logika. Saya rasa itu benar





Gambar:media.rd.com
Sumber: wiki.mediaconcuct.com




Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google