11 Agustus 2008

Rachael Ray, Sukses Karena Cinta Pekerjaan

Terus terang, saya baru mengenal nama Rachael Ray belum lama ini, karena saya juga tak begitu memperhatikan soal acara masak-memasak.

Sebelumnya, email saya sering dijejali oleh spammers yang mempromosikan produk teh pelangsing. Dari situ saya baru mengenal ada orang top bernama Rachael Ray.

Lho...apa hubungannya?

Mungkin Anda pernah menerima email yang judulnya ”Rachael Ray Endorses Blah Blah Tea” Nah, itu awal saya melihat namanya. Dalam hati waktu itu saya berkata “who the heck is Rachael Ray??”

Namun, rasa penasaran saya berkurang ketika saya melihat sebuah iklan di MetroTv tentang acara Rachael yang akan ditayangkan. Dari situlah saya kemudian tertarik untuk mengetahui sedikit jalan hidupnya. Akhirnya, dari sebuah artikel di ABC news dan Wikipedia, saya menemukan sedikit kisahnya. Bagi Anda yang belum tahu siapa itu Rachael Ray, berikut sedikit informasinya:

Sebelum terkenal seperti sekarang, Rachael Ray suka sekali memasak. Ia menganggap bahwa memasak adalah suatu hal yang bisa menenangkan pikirannya. Bahkan, karena kecintaanya akan memasak, pijatan lembut diiringi musik slow pun tak akan bisa mengalahkan perasaan rileksnya ketika memasak.

Berawal dari bekerja di kounter permen Macy’s sampai menjadi food buyer, Rachael kemudian dilirik sebuah stasiun TV lokal untuk menayangkan acara ”30 Minutes Meals”, yaitu acara yang mengajarkan orang untuk memasak dalam waktu 30 menit. Acara tersebut sukses berat, dan ia pun memutuskan untuk membukukan resep makanan dari acara tersebut.

Tak disangka, ternyata bukunya sampai ke pihak stasiun TV ternama NBC, yang kemudian mengundangnya di acara ”The Today Show”. Namun keberuntungannya tak berhenti di situ saja. Pihak Food Network yang melihat acara tersebut tertarik untuk mengundang Rachael sebagai host, di mana ia menjadi host pertama dari kalangan non-chef.

Rachael memang tidak menyebut dirinya chef, karena ia tak pernah punya pendidikan formal tentang kuliner. Ia bahkan membuat istilah-istilah sendiri untuk makanan, seperti ”sammy” untuk sandwich atau roti isi.

Namun, saking sibuknya, Rachael belum dikaruniai anak karena terlalu workaholic. Tapi setahu saya ia tidak suka mengeluh. Dia sangat mencintai pekerjaan yang menyitanya banyak waktu tersebut, di antaranya adalah menulis buku memasak dan menjadi host di acaranya sendiri. Dalam suatu wawancara, Rachael bahkan pernah berkata bahwa dia tak cocok untuk pekerjaan lain selain memasak.

Karena kecintaanya terhadap dunia kuliner itu, majalah Forbes akhirnya mencatat nama Rachael Ray sebagai orang kaya dengan penghasilan $6 juta dollar versi tahun 2006. Hebat memang, tapi saya rasa uang tersebut tak ternilai dengan kebahagiaan yang ia dapatkan saat menjalani pekerjaanya...

Jadi, cintai dan tekunilah pekerjaan Anda. Jika saat ini Anda terpaksa menjalani pekerjaan yang tidak Anda sukai, maka jadikanlah pekerjaan tersebut sebagai batu loncatan menuju apa yang benar-benar Anda cintai.







2 komentar: on "Rachael Ray, Sukses Karena Cinta Pekerjaan"

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)