24 Januari 2009

Jangan Sampai Berakhir Seperti Adolf Merckle, atau Bagaimana Menghindari Stres

Tragis….

Adolf Merckle, salah satu orang terkaya di dunia dari Jerman, mengakhiri hidupnya sendiri di minggu kedua bulan Januari 2009 lalu. Ia tewas setelah menabrakkan diri ke sebuah kereta api yang melintas di dekat rumahnya.

Menurut laporan dari situs berita www.telegraph.co.uk, Adolf kemungkinan bunuh diri karena kerugian yang dialaminya ketika kehilangan uang sebesar £400 juta.

Kemungkinan lain, pria berusia 74 tahun itu mengakhiri hidupnya karena ia merasa gagal mempertahankan perusahaan keluarganya. Ia merasa bahwa anaknya, yang akan mewarisi perusahaan, tak akan bisa mempertahankan perusahaan seperti ketika mereka dahulu bisa bertahan di era Great Depression.
Apa penyebab pasti mengapa Adolf bunuh diri tidak begitu jelas, karena ia hanya meninggalkan tulisan yang isinya ”Aku minta maaf”.

Pengusaha yang masuk jajaran 100 orang terkaya versi majalah Forbes tersebut nampakya ikut menjadi salah satu dari banyaknya korban akibat krisis keuangan global yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

Sebelumnya, beredar juga berita yang heboh diperbincangkan ketika Thierry de la Villehuchet mengakhiri hidupnya sendiri setelah terkena penipuan investasi oleh seseorang bernama Bernard Madoff.

Krisis ekonomi memang bisa membuat orang menjadi depresi. Kalau sudah begitu bukan hanya diri sendiri saja yang rugi, tapi orang-orang terdekat juga akan merasakan dampak negatifnya.

Hidup ini adalah tentang menang dan kalah, sukses dan gagal, kaya dan miskin, dan lain-lain. Itulah dualitas hidup yang harus kita hadapi selama kita ada di dunia. Meski kegagalan tak akan bisa terelakkan dari kehidupan, jangan sampai mimpi-mimpi kita hilang di tengah jalan.

Untuk menghindari depresi sebagai dampak buruk yang mungkin Anda alami selama krisi keuangan ini, coba lakukan tips sederhana berikut:

1. Melakukan aktivitas religius.

Misalnya saja melakukan perkumpulan dengan jamaah masjid, gereja, dll. Atau, bisa juga dengan melakukan ibadah individu seperti membaca Al-Qur’an atau berdzikir di tempat yang sunyi dan tenang.

2. Bersyukur.

Ada banyak hal yang bisa Anda syukuri. Berterimakasihlah pada supir taksi yang mengantar Anda, pada satpam yang selalu menjaga komplek rumah Anda, berterimakasihlah pada Tuhan atas hidup Anda.

3. Jangan terlalu sering menonton / membaca berita.

Kurangi mengekspos diri Anda sendiri pada berita. Mengapa? Karena media suka dengan berita buruk. Sebagian besar berita yang ada adalah tentang bencana, perang, korupsi, dan hal lain yang bisa membuat stres.

Salah satu prinsip dari Joe Vitale yang saya percaya adalah ”the less you watch, the happier you are”. Makin sedikit Anda menonton berita, maka Anda akan menjadi makin bahagia.

Tidak percaya? Percayalah, karena saya telah membuktikannya


4. Tersenyum & tertawa

Awali hari dengan senyum, dan berbagilah hal-hal lucu dengan teman atau keluarga. Kalau bisa, tertawalah pada masalah yang sedang Anda hadapi..hehe

Ingat kata-kata ”Don’t Worry, Be Happy” seperti yang ada dalam lirik lagu Bob Marley berikut:

In every life we have some trouble. When you worry you make it double. Don’t worry, be happy.”

Dalam kehidupan selalu ada masalah. Kalau Anda terlalu khawatir, maka Anda justru menambah masalah yang sudah ada. So, don’t worry, be happy!


Foto diambil dari http://www.richestpeopleintheworld.net






8 komentar: on "Jangan Sampai Berakhir Seperti Adolf Merckle, atau Bagaimana Menghindari Stres"

  • ARIEF MAULANA mengatakan...

    Itulah pentingnya keseimbangan 4 hal :

    - Kecerdasan Intelektual
    - Kecerdasan Emosional
    - Kecerdasan Finansial
    - Kecerdasan SPIRITUAL...

    nice post mbak.

    Salam Sukses,

    NB :
    TELAH LAUNCHING…

    AFILIASI 100 PERSEN - Satu-satunya Bisnis Affiliate Marketing dengan Komisi 100% di Indonesia

    DON’T MISS THIS

    Baca reviewnya di AriefMaulana.com

  • Elsa mengatakan..

    Ya Mas Arief,

    IQ, EQ, FQ, dan SQ semuanya
    harus seimbang.

    Hidup juga harus disyukuri, seperti
    kutipan dari Henry Van Dyke yang ada dalam
    eBook saya, "Kendalikan Hidup Anda!":

    “Syukurilah hidup, karena hidup memberi Anda
    kesempatan untuk mencintai,
    bekerja,bermain, dan melihat bintang.”
    - Henry Van Dyke

  • Berny mengatakan...

    Artikel menarik. Tulisan Anda ringan dan membumi. Terus berkarya. Thanks.

  • fadly mengatakan...

    bunuh diri adalah pelampiasan Ego yg paling ekstrim.. sepakat apa yg dikatakan Mas Arief perlu keseimbangan. btw mas arief ada dimana2 neh, kayak penampakan aja,,, he he he...

    oh iya salam kenal yah mbak Elsa. Sukses selalu...

  • Umar Hadi mengatakan...

    Mungkin dia belum baca bukunya Ary Gynanjar Agustian tentang pentingnya ESQ (Emotional Spiritual Question), masak orang orang kaya seperti dia nggak mampu beli buku itu ?

    he..heee

    Salam kenal mbak Elsa, jadi tambah berwarna punya partner bisnis internet Perempuan

  • nona herald mengatakan...

    wahhh .
    bunuh diri adalah kebodohan yang paling bodoh =)
    haha .
    numpang lewat saaa.
    jgan lupa kasi komen pnya kuuu

  • sunboy mengatakan...

    instrospeksi diri itu penting. masak sampe segitunya, gak percaya ama anak/keluarga sendiri, khan mereka aset kita juga....



    SALAM NGEBLOG DAPAT DUIT, GRATISSS

    DUIT DARI INTERNET, GRATISSS...

  • Anonim mengatakan...

    makanya lebih enak jadi PNS... ngga banyak fikiran....
    pasti tu pengusaha ga bs bayar utang, mendingan mbikin konspirasi kematian (mayat tak dikenali), negara dengan jumalh PNS terbanyak ga bakalan kena dampak resesi ekonomi, ayo rame2 daftar jadi PNS.... (y)

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)