29 Maret 2009

Mengeluarkan Uang dengan Bijak, atau Menabung dengan Bijak?

Kalau ada pertanyaan,

” Mana yang lebih baik; mengeluarkan uang dengan bijak, atau menabung dengan bijak?”

Jawaban saya adalah: mengeluarkan uang dengan bijak itu lebih baik.

Kalau Anda pernah membaca artikel yang saya tulis beberapa waktu yang lalu, jawaban tersebut kedengarannya bertolak belakang. Waktu itu, saya menulis tentang mengapa menabung adalah suatu hal yang menguntungkan. Mungkin Anda berpikir bahwa saya plin plan :)

Sebenarnya, artikel ini tidak bertolak belakang kok.

Dalam artikel terdahulu yang telah saya singgung tadi, diungkapkan bahwa menabung bisa melindungi diri dari kerugian finansial, salah satu caranya dengan membangun bisnis baru. Jadi, uang yang ditabung akan menjadi lebih menguntungkan jika dikeluarkan lagi untuk berinvestasi, tidak melulu disimpan begitu saja.

Sebagai contoh, dalam buku You Were Born Rich tulisan Bob Proctor, ada satu kisah menarik tentang konsep menyimpan dan mengatur uang.

Diceritakan, ketika Bob masih kecil, ada seorang lelaki tua yang tinggal di dekat rumahnya, dan pria itu bernama Pak Chapman. Pekerjaan Pak Chapman waktu itu hanyalah pemungut sampah, jadi sepertinya mustahil kalau ia bisa punya banyak uang.

Pak Chapman hanya tinggal seorang diri, tak ada orang lain di rumahnya. Karena itu, ketika ia telah meninggal, polisi pun masuk ke dalam rumahnya untuk mengumpulkan barang-barang miliknya.

Namun, tak disangka dan tak dinyana, ternyata para polisi menemukan uang bernilai $100,000 (seratus ribu dolar) yang tersimpan dalam kotak Pak Chapman, seorang lelaki tua yang pekerjaannya hanya memungut sampah! Wow, waktu itu pasti nilainya sangat besar.....

Peristiwa itu pun langsung menjadi berita di koran Toronto Daily Star.

Apa pesan di balik cerita ini?

Uang harus dibelanjakan, karena uang harus terus bersirkulasi atau berputar. Tak ada gunanya Pak Chapman menyimpan ratusan ribu dolar, jika pada kenyataannya ia tetap hidup miskin dan sengsara.

Sirkulasi yang baik tentunya bukan asal membelanjakan uang untuk hal-hal yang konsumtif, melainkan sirkulasi yang bisa menambah jumlah uang yang telah ada. Dengan kata lain, uang harus dikeluarkan dengan bijak.

Jadi; menabung Rp 200.000 dalam celengan sapi, celengan babi, atau celengan semar dengan bijak tanpa mendapat bunga, atau mengeluarkan Rp 200.000 dengan bijak untuk investasi yang bisa menambah pemasukan?

Dalam salah satu bukunya, Robert Kiyosaki mengatakan bahwa orang yang mengeluarkan uang dengan bijaksana akan lebih makmur daripada orang yang menabung dengan bijaksana.

But,it’s up to you anyway....






3 komentar: on "Mengeluarkan Uang dengan Bijak, atau Menabung dengan Bijak?"

  • information technology mengatakan...

    yup tulisan yang inspiratif elsa...
    kadang kita ingin membuat uang menjadi berlipat namun di sisi yang lain tabungan juga merupakan hal yang penting, inspiratif dan membuat lebih positif dalam mengambil tindakan yang lebih bijak

  • Miseinen mengatakan...

    Wah luar biasa bgt artikel'y. . .^^
    Mmg bener yg dkatakan ama Mbak Elsa ini..Menabung dg bijak emg baik, tp mengeluarkan uang dg bijak lebih baik.. tapi kita jg harus bisa mengatur sirkulasi perputaran uang tersebut dg baik jg.. misalkan, emg Kita ud mengeluarkan dg bijak, tp tdk djaga dg baik,trus akhir'y uang'y hilang, yah jd nama'y skrg kita mengeluarkan uang dg sia2,hehe

    Jadi juga harus think smart utk mngeluarkan uang scr bijak

    Thx b4 n thx 4 info

    SUCCESS !!!!

  • Pondrafi mengatakan...

    kenapa ya tidak dari dulu aku membaca tulisan ini.
    sangat mencerahkan dan menginspirasi..

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)