28 Juli 2009

Pelajaran Kehidupan Tak Ternilai dari Andrew Carnegie (Bagian I)

andrew carnegieDi artikel sebelumnya, saya telah menulis tentang sedikit biografi Andrew Carnegie. Saya juga telah menjanjikan untuk menulis sikap apa yang dimiliki oleh Andrew Carnegie, sehingga ia bisa menjadi seseorang yang sukses dan memiliki pengaruh begitu besar pada dunia.

Nah, sekarang saya tepati janji saya :)

Di sebuah situs milik Evan Carmichael, seorang entrepreneur dan pembicara internasional, ada 5 pelajaran tak ternilai yang bisa kita ambil dari Andrew Carnegie. Lima pelajaran tersebut telah dijelaskan dengan baik oleh Evan, namun di sini telah saya akan menyampaikan ulang, dengan penambahan dan pengurangan...

Pelajaran #1: Melebihi Harapan

Andrew Carnegie tidak suka melaksanakan pekerjaan sesuai yang diminta. Ia mengatakan bahwa ia selalu berusaha untuk melebihi harapan dirinya sendiri atau orang lain.

Lebih lanjut, Carnegie juga mengatakan …

“Jangan berpikir bahwa seseorang telah benar-benar melakukan tugasnya ketika ia sudah melaksanakan pekerjaan yang diminta,”

Prinsip seperti ini diterapkan oleh Andrew Carnegie, baik ketika ia masih bekerja pada orang lain maupun ketika ia sudah memimpin perusahaannya sendiri. Dengan mempraktikkan prinsip seperti ini, Andrew Carnegie percaya bahwa orang sudah membuka satu kunci kesuksesan.

Ketika masih bekerja di pabrik saat usianya masih belasan tahun, Carnegie mengatakan bahwa..

“Saya sudah bisa mendapatkan jutaan dolar, tapi rasa bahagianya tak bisa mengalahkan ketika saya mendapatkan bayaran mingguan pertama saya.”


Pelajaran #2: Investasi pada Diri Sendiri


Andrew Carnegie meyakini bahwa kekayaan materi atau fisik berasal dari pikiran. Oleh karena itu, ia selalu menjaga diri untuk terus bersikap positif, apapun keadaan di sekitarnya.

Salah satu kutipannya yang terkenal berbunyi…

“Ada sedikit kesuksesan di mana hanya ada sedikit tawa,”

Carnegie tahu bahwa sikap senang dan positif bisa membantunya meraih keberhasilan. Pikiran yang senang dan positif bisa berdampak pada kondisi fisik, sehingga berinvestasi pada diri sendiri, tepatnya pada pikiran, akan dapat membantu siapapun untuk bekerja dengan lebih baik.

Itulah sebabnya mengapa Carnegie tidak suka minum alkohol, karena alkohol dapat merusak pikiran dan konsentrasinya. Bahkan, bukan hanya anti alkohol, Carnegie juga adalah seseorang yang anti rokok. Ia tidak mempersoalkan masalah moral, namun ia percaya bahwa rapuhnya kondisi fisik akibat alkohol dan rokok dapat bedampak buruk pada kualitas kerjanya.

Jadi, Andrew Carnegie selalu menginvestasikan pada dirinya sendiri, yaitu pada kesehatannya, baik fisik maupun mental.

Selain itu, Andrew Carnegie juga suka membaca buku sejak ia masih muda. Saat ia bekerja, ia menyempatkan diri untuk membaca buku yang diperolehnya secara gratis dari perpustakaan Colonel Anderson.

“Kerja keras di siang hari dan bahkan pelayanan yang panjang di malam hari selalu diterangi dengan buku yang saya bawa dan saya baca di sela-sela tugas.”


Pelajaran #3: Fokus

Fokus sangatlah penting untuk diterapkan, karena itulah eBook “Fokus:Kunci Anda Menuju Sukses” (www.targetpositif.com) dibuat.

Prinsip ini jugalah yang membuat Andrew Carnegie berhasil. Apa yang membuat Andrew Carnegie sukses adalah karena ia senantiasa fokus pada satu perusahaannya saja. Kalau menurut Robert Kiyosaki, pengarang Rich Dad Poor Dad, Focus berarti Follow One Course Until Successful. Inilah tepatnya apa yang dilakukan oleh Andrew Carnegie.

“Orang yang sudah sukses adalah orang yang telah memilih satu jalan, dan terus fokus pada jalan itu”


Carnegie mengatakan bahwa ia tidak menyetujui ungkapan “Don’t put all your eggs in one basket.” (jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang). Ia mengatakan bahwa…

“Taruhlah telur dalam satu keranjang, dan awasi keranjang itu. Lihatlah di sekeliling Anda dan perhatikanlah bahwa orang yang melakukan hal tersebut jarang menemui kegagalan. Mengawasi dan membawa satu keranjang itu mudah. Mencoba membawa terlalu banyak keranjanglah yang memecahkan kebanyakan telur di negara ini. Orang yang membawa tiga keranjang harus meletakannya satu di atas kepala, di mana ia bisa lebih mudah terjatuh.”

Andrew Carnegie juga mengatakan bahwa kebanyakan pengusaha yang ia ketahui berinvestasi di perusahaan lain yang jauh, padahal tambang emas yang sesungguhnya berada di perusahaan mereka sendiri.

Dua pelajaran tersebut hanyalah beberapa dari pelajaran-pelajaran lain yang bisa kita ambil dari Andrew Carnegie. Untuk 2 pelajaran yang lain, saya akan menulis di posting selanjutnya.



gambar: nationalgalleries.org
referensi: Evan Carmichael - Go Above and Beyond, Invest In Yourself, Focus Your Sights






0 komentar: on "Pelajaran Kehidupan Tak Ternilai dari Andrew Carnegie (Bagian I)"

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)