18 November 2009

5 Cara Berbagi dan Menjadi “Agent of Change” melalui Internet

Di dalam d5 Cara Berbagi dan Menjadi “Agent of Change” melalui Internetaftar orang-orang paling berpengaruh menurut Majalah Time, kalau kita yang ada di sana adalah para selebritis, pengusaha, seniman, ilmuwan, politisi, dan orang-orang terkenal lain.

Para musisi bisa memberi pengaruh melalui musik mereka, para aktor dan aktris bisa memberi pengaruh melalui peran mereka, para pengusaha dengan produk dan layanan mereka, para ilmuwan dengan penemuan mereka, pemimpin negara dengan kebijakannya, dan seterusnya.

Lalu, jika kita bukan orang terkenal seperti mereka, bisakah kita memberi pengaruh positif pada orang lain?

Tentu saja, bisa!

Sebab, pada dasarnya mereka bukanlah orang yang berpengaruh karena mereka terkenal, tapi mereka terkenal karena berpengaruh dan membuat perbedaan terlebih dahulu.

Kalau Anda ingin sekali berbagi, namun belum bisa melakukannya di dunia “nyata” dengan mengikuti berbagai kegiatan amal, menjadi sukarelawan, dan lain sebagainya, maka jangan putus harapan. Sebab, dengan adanya internet, Anda juga bisa berbagi dan menjadi orang yang berpengaruh pada orang lain!

Anda memang tak perlu seperti Mark Zuckerberk sang pendiri Facebook, Jerry Yang co-founder Yahoo!, atau seperti teman saya Mas Reza Ervani yang membuat Superpedia (perintis kamus pendidikan terlengkap di Indonesia), dan orang-orang kreatif lain yang telah bisa membuat gebrakan dengan penemuan-penemuan mereka di internet.

Betapapun kecilnya apa yang Anda perbuat, jika memang bisa memberi pengaruh positif dan mengubah dunia sekitar menjadi lebih baik, mengapa tidak Anda lakukan saja?

Berikut sedikit rekomendasi bagi Anda yang ingin menjadi “agent of change” di dunia maya:

1. Membuat Blog

Anda bisa membuat blog sendiri, baik yang gratisan melalui blogspot.com atau yang berbayar, dan menulis tentang hal-hal positif atau solusi yang bisa memecahkan masalah orang lain. Topik blog Anda bisa apa saja, dan lebih baik tentang apa yang Anda suka. Kalau Anda suka motivasi atau pengembangan diri, Anda bisa menulis blog seperti ini. Kalau Anda pandai dalam bidang agama, Anda bisa berdakwah dengan blog Anda. Kalau Anda suka menulis cerpen, Anda juga bisa berbagi dengan cerpen yang Anda tulis di blog Anda.

Blog Anda memang tak perlu sebesar milik Darren Rowse atau Yaro Starak, tapi yang penting blog Anda bisa “terlihat” orang di dunia maya. Agar blog bisa lebih dikenal, Anda bisa blogwalking, melakukan SEO (search engine optimization), dan lain-lain. Sebab, kalau tidak ada yang melihat blog Anda, bagaimana mereka bisa melihat tahu akan ide brillian Anda?

2. Membuat E-Book

Nah, jika Anda ingin sekali membagi dan memberi pengaruh melalui tulisan Anda dengan menjadi penulis seperti halnya JK Rowling, Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Joe Vitale, dan penulis-penulis hebat lain, tapi belum juga bisa menerbitkan buku, maka membuat e-book bisa menjadi solusinya.

Anda bisa menulis dengan MS Word, lalu mengubahnya dalam format PDF, dan mulai berbagi melalui internet. Topik yang Anda tulis memang bisa apa saja, tapi menurut pengalaman, e-book nonfiksi akan lebih bisa diterima. Misalnya, saya membuat e-book bertema motivasi Berpikir Benar, Berpikir Positif yang bisa Anda download gratis, atau ada juga situs targetpositif.com yang menyediakan lebih banyak e-book pengembangan diri. Anda juga bisa berbagi tips dan trik komputer, keuangan, dan lain sebagainya.

3. Update Twitter / Facebook

Sekarang ini, situs social networking memang sedang hangat-hangatnya. Kalau Anda tidak ingin berbagi dengan blog biasa, Anda bisa berbagi melalui situs micro-blogging seperti Twitter. Di sana, Anda bisa menulis apa pun yang Anda inginkan, asalkan tidak melebihi batas 140 karakter. Anda juga bisa berbagi foto dan video loh.

Atau kalau Anda tidak suka Twitter, Anda juga bisa menggunakan Facebook jika Anda mau. Di sana bahkan Anda bisa saling berkomentar.

Dengan Twitter, status yang Anda bagi bisa saja berupa kata-kata bijak, tips singkat, tautan atau link ke artikel situs lain yang ingin Anda bagi, atau bisa link ke posting terbaru dari blog Anda sendiri. Bahkan, Twitter juga dimanfaatkan oleh berbagai organisasi untuk membuat perbedaan bagi orang lain, seperti apa yang dilakukan oleh Leapfish, White Ribbon Alliance, Stop Hunger Now, dan masih banyak lagi.

Oh ya, jika Anda ingin jadi follower saya di Twitter, punya saya ada di @ElsaSakina

4. Menjawab Pertanyaan di Yahoo! Answers

Di Yahoo! Answers, ada banyak sekali orang yang butuh bantuan Anda. Di sana, Anda bisa menjawab pertanyaan yang Anda bisa, dan mendapatkan poin untuk itu. Kalau jawaban Anda terpilih menjadi jawaban terbaik, tentu Anda sudah bisa membuat perbedaan

5. Menjawab Pertanyaan di Forum Diskusi

Hampir sama seperti Yahoo! Answers, Anda bisa berbagi pengetahuan dengan menjawab pertayaan yang ada di forum diskusi. Bedanya, Anda tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, namun juga bisa memposting artikel yang bisa membuat perbedaan bagi orang lain.

Ada banyak sekali forum diskusi yang bisa Anda temukan di internet. Coba saja cari forum yang sesuai dengan minat Anda, dengan melakukan search di Google dengan mengetik:

forum:topik yang Anda cari

contoh:

forum:film

Intinya di sini adalah, jika ingin menjadi agent of change, maka kita harus berbuat apapun apa yang kita bisa, sekecil apapun, di manapun, sekarang juga. Saya jadi ingat tentang apa yang pernah ditulis oleh Pak Eko Jalu Santoso dalam blognya:

“Setinggi apapun ilmu yang Anda miliki, seluas apapun pengalaman yang Anda dapatkan, hanya akan hilang ditelan waktu dan umur kehidupan, kecuali Anda mau menuliskannya dan membagikannya untuk sesama kehidupan.”

OK, apakah Anda punya cara lain untuk bisa menjadi “agent of change” melalui internet? Saya akan senang sekali jika Anda mau berbagi



Gambar:PBS.org






2 komentar: on "5 Cara Berbagi dan Menjadi “Agent of Change” melalui Internet"

  • Lex dePraxis mengatakan...

    Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.

    Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.

    Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

  • Elsa mengatakan..

    Terimakasih :)

    Salam kenal juga..

    Oh ya...saya lupa menambahkan kalau kita memang perlu membuat perbedaan untuk orang-orang di sekitar kita, namun yang terpenting harus dimulai dari diri sendiri :)

Posting Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)