Saya menemukan satu video wawancara yang menurut saya sangat inspiratif dan bisa menjadi bahan perenungan. Video ini adalah wawancara Dr. Wayne Dyer, seorang penulis buku pengembangan diri populer. Wawancara ini dilakukan di acara Ellen DeGeneres Show pada tanggal 29 Februari 2008.Dalam wawancara ini, mungkin ada poin di mana Anda sependapat, jadi saya harap Anda bisa menyaring informasi di sini.
Karena fitur embed untuk video ini dinonaktifkan, maka Anda bisa melihat video aslinya bisa Anda lihat melalui alamat berikut:
http://www.youtube.com/watch?v=iRAewRQl_ZY
Berikut adalah transkrip wawancara dalam bahasa Indonesia:
--
Ellen: Bintang tamu pertama kita telah membantu jutaan orang, termasuk saya sendiri, agar bisa hidup lebih baik dengan mengajarkan mereka untuk mengubah cara berpikir. Sambutlah penulis Change Your Thoughts, Change Your Life, Dr. Wayne Dyer.
--
Ellen: Selamat datang kembali..
Wayne: Anda kelihatan cantik..
Ellen: Oh, terimakasih..Anda juga. Baik, jadi terakhir kali Anda ke sini dan membicarakan tentang the dow, kali ini, saya pikir menarik, kita membicarakan masalah ego. Banyak orang tidak menyadari betapa bahwa ketika Anda terikat pada ego, pengaruhnya akan besar. Atau..jelaskan apa itu ego.
Wayne: Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa ego hanyalah sebuah ide. Ego adalah ide yang selalu kita bawa, tentang siapa diri kita. Guru saya di India, namanya Nisargadatta Maharaj..
Ellen: Tuhan memberkati..
(penonton tertawa)
Wayne: ..(tertawa) mengatakan bahwa ego adalah diri kita yang palsu. Jadi kita membawa ide ini..Jika Anda melihat kembali pada sembilan bulan pertama ketika Anda diciptakan, selama periode itu Anda tak melakukan apapun. Semuanya sudah diurus..partikel-partikel kecil, semua yang telah ditangani untuk Anda, dan Anda tak melakukan apapun, Anda tak khawatir apakah hidung Anda akan muncul di sini (menunjuk telinga), atau kaki Anda akan keluar dan semacamnya, Anda menyerahkan semuanya.
Kemudian Anda lahir, dan orang tua, keluarga, serta orang-orang di sekeliling Anda berkata “Pekerjaan yang bagus, Tuhan. Sekarang giliran kami yang mengurus.” Itu adalah sebuah kesalahan besar. Itulah saat kita mulai edging God out (menyingkirkan Tuhan); E-G-O. Kita menyingkirkan sumber penciptaan, tempat dari mana kita berasal, tempat kita akan pulang. Ini adalah perjalanan pulang.
Kita semua akan kembali pada ruh yang tak berbentuk dan tak terlihat, yang semuanya merupakan akar kita. Jadi ego, apa yang kita lakukan adalah kita mulai belajar, mulai melatih anak-anak kita dengan mengatakan “kau adalah apa yang kau miliki”. Jadi kita menghabiskan banyak waktu dan energi untuk percaya bahwa kita menjadi lebih bernilai karena kita bisa mendapatkan banyak hal, kita mulai menghubungkan nilai kita sebagai manusia pada apa yang kita dapatkan atau apa yang kita miliki.
Kita kemudian mengajari anak-anak kita lagi, dan mengatakan bahwa “kau bukan saja apa yang kau miliki, tapi kau adalah apa yang kau lakukan. “ Jadi, kita pergi ke sekolah, dan melakukan semuanya, belajar untuk melakukan, melakukan lebih banyak dan lebih banyak hal. Tapi masalahnya, jika Anda percaya bahwa Anda adalah apa yang Anda lakukan, ketika Anda tak melakukannya, ketika acara Anda dibatalkan, ketika hal seperti itu terjadi dalam hidup Anda, maka Anda percaya bahwa Anda tak bernilai lagi.
Kemudian Anda juga mengajari anak-anak Anda “kau adalah apa yang orang pikirkan tentangmu”. Jadi ada tiga komponen ego: Anda adalah apa yang Anda miliki, Anda adalah apa yang Anda lakukan, dan Anda adalah reputasi Anda. Saya selalu berkata pada anak-anak saya, “jika aku jadi kau, aku tak akan khawatir akan reputasiku, karena reputasimu tidak terletak di dalam dirimu” Anda tak bisa jadi apapun, tiap kali Anda membawakan acara talk show, Anda memiliki jutaan reputasi.
Anda tak bisa pergi keluar, itulah salah satu masalahnya tentang politik. Orang-orang mencoba meyakinkan agar orang lain setuju akan apa yang mereka katakan, bukannya mengatakan sesuatu yang datang dari hati. Jadi ego adalah tanda identifikasi tentang siapa diri kita sebagai manusia.
Kita menyingkitkan itu, dan apa yang kita lakukan adalah mencoba menyingkirkan bagian dari diri kita yang mengatakan siapa diri kita dengan apa yang kita miliki, apa yang kita lakukan, apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kemudian ego berkata bahwa Anda bukan hanya apa yang Anda miliki dan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, tapi Anda terpisah dari orang lain. Anda terpisah dari Tuhan. Hal paling buruk yang diajarkan oleh ego adalah bahwa kita terpisah dari Sang Pencipta. Padahal kita ada dari Sang Pencipta, jadi kita harus bisa menjadi seperti asal kita.
Kita semua memiliki jiwa yang hebat, seperti yang dimiliki oleh zat dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan kembali. Salah satu tokoh favorit saya, Albert Einstein, ketika ditanya tentang fisika kuantum dan semacamnya, dia mengatakan “Aku tak tertarik pada detailnya. Apa yang ingin kuketahui adalah bagaimana Tuhan berpikir. Aku ingin berpikir seperti Tuhan.” Dan jika Anda bertanya bagaimana Tuhan berpikir, yaitu selalu memberi, selalu menawarkan, selalu menyediakan, dan tak pernah meminta apapun sebagai balas jasa. Jika Anda bisa belajar seperti itu, berarti itu hidup tanpa ego.
Ellen: Jadi itulah bagaimana melepaskan ego. Jadi itulah bagaimana Anda melepaskan semuanya tanpa ego, dengan berpikir seperti Tuhan..
Wayne: Ya. Ada seorang penyair hebat bernama Hafiz. Dia mengatakan bahwa “sampai sekarang matahari tak pernah berkata pada bumi ‘kau berhutang padaku’. Pikirkan bagaimana jika cinta seperti itu. Cinta seperti itu bisa menerangi seluruh dunia.” Kita harus berlatih untuk bisa seperti itu. Semakin banyak kita memberi dan menawari, melepaskan keinginan untuk bisa menjadi lebih baik dari orang lain, melepaskan keinginan untuk menang, dan melatih apa yang saya sebut “kerendahan hati radikal”, ketika kita menyingkirkan ego dan berhenti mencoba membuat diri kita lebih baik dari orang lain, dan melatih untuk memberi, menawari, dan melayani.
Makin sering Anda melakukannya, justru makin banyak yang akan Anda dapatkan. Masalah terbesar tentang ego adalah, ego memiliki mantra. Mantra ego mengatakan “lebih”. Saya harus punya lebih. Anda tak pernah puas. Anda tak pernah sampai, Anda hanya berjuang, berjuang, dan berjuang, Anda terus ingin ke tempat lain. Anda ingin ke tempat di mana Anda..itulah mengapa dalam buku Change Your Thoughts, Lao Tzu mengajarkan kita tentang kepuasan, hidup dalam ruang kepuasan.
Saya tadi dijemput oleh supir saya ketika akan ke sini, dan perjalanannya 40 menit dari hotel. Saya berpikir bagaimana saya bisa berada di ruang yang penuh rasa syukur, meski selama 40 menit. Kemudian kami berhenti di lampu merah, dan saya melihat ada seekor kupu-kupu putih yang bergerak maju mundur, mendekat ke jendela, lalu saya berpikir inilah hidup sebenarnya, yaitu berada di ruang apresiasi. Anda tahu, (Jallaludin) Rumi berkata “jual kepandaianmu, dan belilah kekaguman”. Jadilah kagum tentang semuanya, dan lepaskan ego Anda.
Anda tak perlu mengalahkah orang lain, Anda tak perlu menjadi lebih dari siapapun, Anda hanya perlu menjadi orang yang berpikir seperti Tuhan, yaitu memberi, menawari, melayani, dan mencintai.
Ellen: Sangat indah. Jika Anda tidak berhenti, jika Anda terus diam di dalam mobil, dan Anda tak berhenti dan melakukannya, maka Anda tak akan melihat kupu-kupu tadi. Anda tak melihat hal seperti itu, dan saya tahu apa arti kupu-kupu bagi Anda, karena ada cerita yang indah di sini (menunjuk buku Change Your Thoughts, Change Your Life). Baiklah, kita akan istirahat sebentar, dan kita akan kembali untuk membahas tentang bagaimana mengatasi hambatan ego.
--
Ellen: Kembali bersama Dr. Wayne Dyer. Mari kita bahas bagaimana orang bisa mengatasi hambatan ego.
Wayne: Saya pikir satu hal lagi yang perlu dipikirkan adalah untuk melepaskan kebutuhan Anda akan reputasi. Salah satu hal terbaik yang bisa Anda pelajari dalam hidup adalah untuk terus ingat dan mengatakan pada diri Anda sendiri bahwa ketika orang mengkritik Anda, katakan: apa yang Anda pikirkan tentang saya bukanlah urusan saya. Bukan urusan saya, betapapun orang lain terus menerus melakukannya.
Kita juga punya kebutuhan untuk menjadi benar, dan selama bertahun-tahun saya selalu mengatakan, jika Anda harus memilih untuk menjadi benar atau menjadi baik, selalu pilih baik. Anda sering melihat orang ingin menang dalam adu pendapat dan membuat orang lain menjadi salah. Jika Anda bisa berhenti ketika akan menyalahkan orang lain dan berkata “hal baik apa yang bisa kukatakan di sini”, “apa yang bisa kukatakan agar orang lain bisa merasa lebih baik?”, karena menang atau menjadi benar adalah hal-hal yang telah diyakinkan oleh ego pada Anda.
Dan ingat bahwa kita semua bukanlah manusia yang memiliki pengalaman spiritual. Ego mengajarkan pada Anda bahwa Anda adalah manusia, dan kadang kau memiliki pengalaman spiritual. Padahal, kita semua adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman sebagai manusia. Ingatkan diri sendiri bahwa inti hidup Anda adalah ruh, seperti kata Isa “Ruh lah yang memberi kehidupan. Raga tak ada apa-apanya.” dan itulah ego.
Ellen: Itu benar. Baik, saya bisa terus mendengarkan Anda dan biasanya tiap hari saya mendengarkan apapun yang Anda buat dalam CD ketika berangkat dan pulang kerja, karena Anda membuat saya...
Wayne: Saya menyayangi Anda seperti Anda menyayangi saya..
Ellen: Terimakasih banyak..Saya beri tahu, Anda tak akan merasa lebih baik daripada ketika Anda mendengarkannya, dan semua penonton di sini akan mendapatkan Change Your Thoughts, Change Your Life.
Salam Sukses,
Elsa Sakina
elsa[at]targetpositif.com
Pengelola www.TargetPositif.Com, situs dengan eBook pengembangan diri
yang telah dibaca oleh berbagai kalangan seperti mahasiwa, karyawan,
maupun wirausahawan.
|
Sudahkah Anda Membaca E-Book "Berpikir Benar, Berpikir Positif"? |







Semua teman tertawa ketika saya berkata hasilkan
Rp 70,8 juta dengan satu jenis produk di Internet - tapi ketika saya tunjukan sesuatu...
Bagaimana meraup banyak untung dari website dengan
