05 Februari 2010

Bagaimana “Membeli” Kebahagiaan dengan Uang

“Money doesn’t buy hapBagaimana “Membeli” Kebahagiaan dengan Uangpiness”

Uang tidak membeli kebahagiaan.

“Money doesn’t grow on trees.”

Uang tidak tumbuh di pohon.

Pola pikir tersebut sebenarnya adalah pola pikir serba kekurangan (scarcity), bukan keberlimpahan (abundance).

Memang, banyak uang tidak berarti hidup bahagia. Kalau makin banyak uang makin bahagia seseorang, berarti orang paling bahagia adalah orang paling kaya di dunia. Padahal kenyataannya tidak.

Uang tergantung bagaimana Anda memandang dan menggunakannya. Uang bisa kotor, tapi bisa juga bersih. Uang bisa membawa kesengsaraan, namun bisa juga membawa kebahagiaan.

Mau tahu, bagaimana “membeli” kebahagiaan dengan uang?

Gunakan uang untuk membantu orang lain.

Uang akan membuat Anda dan orang lain bahagia, jika Anda menggunakan uang untuk membantu mereka. Anda bisa menyisihkan harta Anda untuk mendukung kegiatan amal, atau memberi hadiah untuk orang lain yang Anda rasa pantas mendapatkannya.

Ini terungkap dalam sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh University of British Columbia dan Harvard Business School. Dua universitas yang tak diragukan lagi reputasinya, bukan?

Menurut penelitian tersebut, berapapun tingkat pendapatan seseorang, jika mereka menggunakan uang untuk membantu orang lain, maka tingkat kebahagiaan mereka cenderung meningkat dibandingkan dengan orang yang hanya menggunakan uang untuk keperluan pribadi.

Penelitian tersebut juga meneliti kebahagiaan sejumlah karyawan di sebuah firma di Boston sebelum dan sesudah mereka menerima bonus sejumlah antara $3,000 dan $8,000.

Apa yang mempengaruhi kebahagaan karyawan tersebut bukanlah besar bonusnya, namun bagaimana mereka menggunakan uang mereka.

Karyawan yang lebih banyak menggunakan uang bonus untuk membantu orang lain melaporkan manfaat yang lebih besar daripada mereka yang mengeluarkan uang hanya untuk kebutuhan sendiri.

Jika Anda menganggap bahwa uang adalah sesuatu yang kotor, jangan khawatir, karena Anda sebenarnya bisa mensucikannya.

Dalam ajaran agama Islam, zakat dimaksudkan agar harta seseorang bisa menjadi suci. Jadi penuhi kewajiban zakat Anda, jika Anda muslim yang mampu, maka Anda tak perlu khawatir bahwa uang yang Anda miliki adalah suatu hal yang kotor dan jahat.

Tapi jangan berhenti di situ saja.

Buka pintu kebahagiaan dengan terus memberikan apa yang Anda miliki.

Bukan hanya dengan memberi donasi untuk orang yang membutuhkan, Anda juga bisa membuka pintu kebahagiaan dengan mensyukuri apa yang Anda bayar.

Joe Vitale membuat satu artikel bagus tentang ini. Intinya, Anda harus menunjukkan sikap menghargai atas apa yang Anda terima setelah Anda menukarkan uang Anda. Kalau Anda harus membayar tagihan pulsa, listrik, kontrakan rumah, membayar uang kuliah, dan sebagainya, hargailah apa yang Anda terima selama ini, dan jangan merasa berat untuk mengeluarkan uang.

Juga, tak perlu menunggu “jika” atau “nanti” untuk memberi.

Meski penghasilan Anda tidak besar, tetaplah berbagi. Sebab, seperti kata Robert Kiyosaki, menyisihkan uang untuk membantu orang lain akan melatih Anda mengatur keuangan.

Lalu bagaimana jika dompet Anda sering kosong? Baca 7 Obat Mujarab untuk Dompet Kosong.



Gambar: Cartoonstock.com
Sumber: Money Buys Happiness When You Spend On Others, Study Shows






0 komentar: on "Bagaimana “Membeli” Kebahagiaan dengan Uang"

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)