02 Maret 2011

Niat Spesifik untuk Keuntungan Jangka Panjang



Niat spesifik? Keuntungan jangka panjang?

Kalau Anda sudah baca buku dari Pak Safak Muhammad berjudul Keberkahan Finansial, pasti Anda sudah tahu hal ini.

Sebelumnya saya pernah menulis tentang mengapa fokus pada imbalan tidak efektif.

Di sini, Pak Safak memberi contoh yang lain, yaitu mengubah niat atau intention Anda untuk keberkahan finansial.

Seperti apakah niat yang spesifik?

Dikisahkan dalam Keberkahan Finansial, ada seorang janda yang awalnya miskin namun akhirnya bisa mengubah kehidupannya setelah mendirikan warung makan.

Ternyata, warung makan tersebut berdiri karena sang janda berniat untuk membantu para tukang becak yang ingin mencari tempat makan namun hanya memiliki sedikit uang. Karena itulah warung tersebut dirintis agar mereka bisa makan dengan menu yang harganya murah.

Menurut Pak Safak, lama kelamaan warung tersebut akhirnya bisa menghasilkan jutaan rupiah per harinya.

Dari cerita di atas, jika dibanding dengan niat yang tidak jelas seperti "mendapat banyak uang" atau "mencari sesuap nasi", maka niat spesifik dan ikhlas seperti yang ada dalam cerita tersebut akan bisa menjadi sumber motivasi jangka panjang dalam setiap tindakan karena sasaran kita sudah jelas, tidak hanya asal-asalan bekerja.

Lagi pula seperti halnya Hukum Daya Tarik atau Law of Attraction, bila niat hanyalah untuk "mencari sesuap nasi", maka jangan salahkan Tuhan jika Anda hanya mendapat sesuap nasi.





5 komentar: on "Niat Spesifik untuk Keuntungan Jangka Panjang"

  • Anonim mengatakan...

    kdg qta mlupakan akn arTi ikhlas ssgguhnya,,,

    thx ats postingnx, mgingatkn tuk mmp'baiki niat n trus brusaha!!
    fighting

  • Pondrafi mengatakan...

    aku pernah baca cerita tersebut Elsa..
    dan aku setuju dengan tulisanamu..

  • didiksuharso mengatakan...

    jujur..... sperti tanah .... tandur pagi tukul pari, tandur dele tukul dele.... setuju mbak...

  • daris mengatakan...

    betul mbak..niat itu yang akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan..kalau sebagai orang muslim niat kita dudunia ini adalah untuk beribadah apapun bentuknya..jadi tidak ada lagi dikotomi antara ini urusan duniawi dan yang satu urusan akherat..semua adalah untuk satu niatan dalam rangka penghambaan diri kepada yang menciptakan kita.

  • Samidnawa mengatakan...

    Terima kasih artikelnya..Bu

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)