13 Juli 2012

Dunia Butuh Orang Introvert



Di atas adalah sebuah presentasi dari Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking (salah satu buku favorit saya, btw).

Kita tahu bahwa dunia ini cenderung berpihak pada orang-orang extrovert saja. Di sekolah siswa yang aktif akan dinilai berprestasi, sementara yang lebih memilih belajar atau beraktivitas secara individual dianggap kurang berprestasi, bahkan "aneh" atau "anti-sosial".

Padahal, dunia butuh orang introvert (tahu Bill Gates, kan? atau Rosa Parks? mereka introvert lho...). Sementara, banyak orang introvert yang justru menganggap diri mereka lebih lemah dibanding orang extrovert.

Sebenarnya juga saya sudah pernah menulis tentang kepribadian introvert sebelumnya, dan masih banyak yang bisa dibahas tentang topik ini. Jadi, lebih baik Anda melihat video di atas atau baca buku dari Susan Cain tadi :-)

Kalau Anda ingin subtitle bahasa Indonesia dari video tersebut, silakan ganti terjemahannya dengan bahasa Indonesia di sebelah tombol "play" (klik "play" dahulu, baru pilihan bahasa akan muncul).

"....saya harap sekali sekali Anda mau membuka koper Anda agar orang lain dapat melihat, karena dunia membutuhkan Anda dan hal-hal yang Anda bawa..."







14 komentar: on "Dunia Butuh Orang Introvert"

  • Adhie Rachman mengatakan...

    Hi Elsa..Saya dah liat juga videonya di youtube..saya cukup setuju dengan sisi2 positif introvert yang dipaparkan oleh Susan.
    Anyway..ada beberapa postingan di blog mu yang aku pengen posting di blog saya..Boleh izin?
    Ini blog saya..
    http://adhierachmanmotivation.blogspot.com/

  • Elsa mengatakan..

    Okay, silakan :-)

  • Andreas trikuncoro mengatakan...

    sebenarnya baik orang extrovert maupun orang introvert mereka sama-sama dibutuhkan untuk keseimbangan hidup,so kita harus bisa menghargai karakter kita masing2 yang telah menjadi anugrah untuk kita,tugas kita adalah memanfaatkannya dengan arif ditampat yang semestinya ,, sukses
    kunjungi blog saya juga ya di www.andreastrikuncoro.blogspot.com

  • anasqu mengatakan...

    wahh cukup bagus motivasi di artikel ini. buat kite2 yang ga pede
    jadi termotivasi nih untuk berani tampil...tapi kalau dalam bisnis apakah org introvert punya peluang yang sama besar ya dengan para ekstrovert untuk meraih sukses...?

  • Edward Rhidwan mengatakan...

    Mbak elsa, bukunya ini di Indonesia adakah?

  • Elsa mengatakan..

    @Edward,

    Sepertinya yang edisi bahasa Indonesia belum ada. Adanya di bagian buku impor :-)

  • Investor Sibuk mengatakan...

    Pastilah masing masing sifat, baik ekstrovert maupun introvert, memiliki sisi positif negatifnya; sudah pasti juga, bukan satu lebih superior dan yang satu tersubordinasi oleh yang lain. Thks.

  • Elsa mengatakan..

    @investor sibuk

    Ya, sepertinya sudah "pasti".

    Tapi sayangnya, pada kenyataannya banyak orang yang masih belum bisa melihat kekuatan dari introversi.

    Bahkan kalau Anda membaca buku dia atas, pendidikan di Harvard Business School didasarkan para ekstroversi, sehingga mahasiswa yang cenderung introvert-pun diharuskan bersikap sebagai seorang extrovert.

  • Copast Master mengatakan...

    hem yang membuat saya bingung apaitu introvert dan extrovert artinya yang jelas mba.. he maklum saya gag tau Si bodoh

  • motivator indonesia mengatakan...

    nice post :) maju terus :)

  • mohamad rivani mengatakan...

    di gramedia bandung, ada ga ya buku tersebut?

  • Elsa Sakina mengatakan...

    @mohamad rivani

    Setahu saya belum ada yang bahasa Indonesia. Kalau versi bahasa Inggris bisa beli di Amazon, Diesel eBooks, atau mungkin cari versi torrent/gratisan-nya...hehe

    Atau kalau tidak ditunggu saja versi bahasa Indonesianya kalau nanti sudah keluar :-)

    Saya dulu pernah dapat kiriman buku Delivering Happiness tahun 2010 dalam versi bahasa Inggris, tapi ternyata baru diterbitkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia tahun 2013.

    Buku "Quiet" ini baru diterbitkan bulan Januari 2012 lalu, jadi mungkin tahun ini belum akan diterbitkan.

  • Anonim mengatakan...

    Semua itu aku rasakan ketika ada acara-acara apa gitu. Adeknya ibuku nikah, sepupu nikah, dll. Aku sama bapak ku di suruh bergabung dengan orang-orang yang berkumpul bikin dekor, dll. Bahkan dengan cara ngomel-ngomel memarahi aku. Kenapa aku kok gak bisa seperti mereka orang-orang kebanyakan.

  • Elsa mengatakan..

    @Anonim

    Sama dong :-)

    Coba deh, baca buku Susan Cain. Sekarang sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya:

    http://andipublisher.com/produk-0514005206-quiet-daya-introvert-di-dalam-dunia-yang.html

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)