31 Maret 2014

Percaya Tuhan Tetapi Tidak Percaya Tuhan



Kira-kira itulah yang kadang saya alami.

Katanya percaya Tuhan, tapi tidak benar-benar percaya akan janji-Nya.

Kalau Tuhan sudah berfirman bahwa bila memberi dengan ikhlas pasti akan diganti, ya seharusnya tidak ada keraguan setitikpun dalam diri saya akan masa depan. Tapi keraguan itu kadang-kadang masih ada.

"Nanti kalau uang ini saya kasih segini, uang saya tinggal sedikit dong..."

"Nanti kalau saya berbuat ini pasti begini dong..."

Kan sudah dikatakan, kalau orang memberi itu tidak akan kekurangan, dan kalau berbuat sesuai koridor pasti aman.

Saya juga jadi ingat sebuah artikel di situs Islam Indonesia yang mengisahkan tentang seorang tukang sol sepatu yang mendapat pahala berhaji karena lebih memilih memberikan 500 dirham hasil tabungannya kepada orang yang miskin dan kelaparan daripada naik haji. 

Padahal uang tersebut sudah lama ia kumpulkan untuk naik haji.

Tukang sol sepatu itu tidak berpikir nasibnya jika dia membantu orang lain.

Sepertinya saya harus terus mengingat keajaiban-keajaiban yang pernah saya alami.

Mungkin Tuhan tidak akan memberi saya mobil BMW yang kinclong di garasi karena sedekah, tapi Tuhan telah memberi sesuatu yang jauh lebih berharga daripada hal tersebut.

Saya pernah curhat di sebuah artikel di blog ini.

Apapun bentuknya, Tuhan pasti memberi balasan akan amal kita, apakah amal kita itu baik atau buruk. Mungkin Dia tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Dia pasti memberi apa yang kita butuhkan.

Seperti kata Wayne Dyer, seharusnya kita tidak hanya "percaya" atau "believe", tetapi seharusnya kita "tahu" atau "know" di mana tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.








4 komentar: on "Percaya Tuhan Tetapi Tidak Percaya Tuhan"

Posting Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)