24 Juni 2016

Menjadi Manusia Tanpa Batas




"Seseorang yang tanpa batas tak pernah hidup berdasarkan defisiensi atau kekurangan dalam hidupnya. Mereka tak pernah berkata, 'Saya tak punya cukup.'"


"Manusia tanpa batas menerima diri mereka apa adanya."

Bagaimana orang lain bisa menyakiti perasaan Anda? Perasaan Anda berasal dari pikiran Anda. Tak ada yang bisa menyakiti perasaan Anda; tanpa seizin Anda. Tak ada yang bisa mempermainkan Anda tanpa seizin Anda. Tak ada yang bisa mempermalukan Anda tanpa seizin Anda.


Bertanyalah, siapa yang mendapat persetujuan terbanyak dalam hidup? Pikirkanlah orang yang mendapat persetujuan paling banyak. Anda akan melihat bahwa mereka tak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain. Mereka terlalu sibuk "mengada" (being) sehingga tak punya waktu memperhatikan apa yang dilakukan oleh sekelilingnya.


Kita berada dalam masyarakat yang berorientasi pada pencapaian yang mengatakan bahwa kita mengevaluasi dan menilai manusia berdasarkan seberapa banyak pencapaiannya. Tapi kebanyakan orang yang terperangkap dalam jebakan tersebut dan selalu dalam lingkaran mencoba selalu menang...


Ketenangan berarti...kedamaian dari dalam (inner peace)...berarti Anda bisa menemukan kesenangan dalam tiap momen dalam hidup Anda...bukannya selalu menunggu-nunggu.






0 komentar: on "Menjadi Manusia Tanpa Batas"

Poskan Komentar


Ingin menambahkan sesuatu dari posting di atas? Ingin berdiskusi?

Semuanya dipersilakan, namun mohon maaf karena komentar dengan bahasa yang kurang layak ataupun spam tidak akan saya munculkan.

Mohon pengertiannya :-)