Latest Posts

29 September 2019

5 Tokoh Terkenal Dengan Sindrom Asperger atau Gangguan Spektrum Autis


Merasa diri aneh dan tak berdaya karena sindrom Asperger? Janganlah :-)

Sebagai seseorang dengan kondisi ini (tanpa diagnosa resmi), saya merasa terbantu dengan tokoh-tokoh terkenal yang ternyata punya kondisi yang sama. Kita mungkin tak sejenius dan tak akan bisa sehebat mereka, tapi paling tidak ini bisa memberi kita semacam kekuatan super (haha...) dalam menjalani hidup dengan pemberian ini.

Siapakah mereka?

1. Isaac Newton

Siapa yang tak tahu cerita bagaimana Newton menemukan teori gravitasi dari jatuhnya sebuah apel. Banyak ahli menyimpulkan bahwa ilmuwan ternama Sir Isaac Newton kemungkinan memiliki sindrom Asperger. Bahkan menurut sebuah artikel di US National Library of Medicine National Institutes of Health, disebutkan juga bahwa ia adalah contoh tokoh terkenal yang paling awal diketahui tentang orang yang memiliki kondisi autisme dalam bentuk apapun.

Ini dapat dilihat antara lain dari sikapnya yang sedikit bicara dan punya temperamental buruk terhadap temannya yang sedikit jumlahnya. Perilakunya yang eksentrik juga memperkuat bukti bahwa ia ada dalam spektrum, seperti menurut yang dikutip dari Autism Help, Newton tetap menyampaikan kuliah di ruangan kosong karena tak ada yang datang.

2. Alan Turing

Kalau Anda belum menonton film “The Imitation Game” yang dibintangi oleh Benedict Cumberbatch, saya sarankan untuk menonton :-)

Film ini menceritakan kisah inspiratif dari ahli matematika dan ilmuwan Alan Turing yang mencoba memecahkan kode “Enigma” di Perang Dunia II.

Menurut artikel di situs High Ability, Alan Turing digambarkan sebagai orang yang “anti-sosial” oleh sekolahnya. Ia hanya punya satu teman di sekolah, tak mampu menangani siswa yang lebih junior atau mengatur rekan kerja, dan tak berusaha untuk bersosialisasi dengan superior akademis.

Alan Turing juga punya minat yang sangat spesifik dalam di antaranya sains, matematika, kode, ilmu kimia, dan alam. Ia juga sedikit melakukan kontak mata dan punya tulisan  yang buruk (sebagai tanda kekakuan motoris).

Alan Turing adalah ilmuwan yang dikenal sebagai seseorang yang merintis mesin yang saat ini kita kenal sebagai komputer. Namun, sayangnya ia harus berakhir tragis setelah menjalani sisa hidupnya dengan hukuman “terapi hormon” karena dianggap melanggar hukum oleh pemerintah Inggris pada saat itu hanya karena ia seorang homoseksual.

Mesin pemecah kode Enigma miliknya ia namai "Christopher", untuk mengabadikan nama seseorang yang ia cintai ketika masih sekolah, yang sayangnya meninggal di usia 16 tahun karena penyakit bovine tuberculosis.

3. Michael Burry

Michael Burry adalah seorang dokter, investor, dan pengeola investasi global yang dikenal memprediksi krisis ekonomi 2008 di Amerika Serikat dan dapat mengambil keuntungan darinya. Kisah ini juga telah diabadikan dalam film “The Big Short” dengan aktor-aktor ternama seperti Christian Bale, Ryan Gosling, dan Brad Pitt.

Jika kita menonton filmnya dari awal sudah terlihat bahwa Michael Burry adalah seseorang yang eksentrik. Namun, dalam kehidupan nyatanya ia baru menyadari bahwa ia punya sindrom Asperger setelah anaknya sendiri didiagnosa dengan kondisi yang sama.

Seperti yang ditulis dalam artikel di The Huffpost, ia dikenal sebagai orang yang tak suka berbicara pada orang lain, tak benar-benar punya teman dekat, dan hampir tak pernah berkomunikasi dengan karyawannya. Ia terobsesi dengan analisa tentang angka.

4. Greta Thunberg

Greta Thunberg adalah seorang gadis 16 tahun asal Swedia yang baru-baru ini menghebohkan dunia.

Berawal dari aksinya seorang diri berunjuk rasa di depan Parlemen Swedia tentang perubahan iklim, hanya dalam waktu singkat kini aksi itu telah berubah menjadi gerakan global dengan jutaan orang yang ikut protes di seluruh dunia.

Dan gerakannya ini terbukti mengancam banyak tokoh-tokoh politik, hingga muncul berbagai teori konspirasi tentangnya, yang salah satunya adalah bahwa Greta mengidap gangguan mental. Tujuannya tentu agar para pendukung gerakannya salah fokus dan tidak mempercayai adanya perubahan iklim, sehingga mereka tak perlu berbuat apa-apa, atau bahkan malah lebih menghancurkan planet karena kerakusan mereka.

Padahal, Greta terang-terangan mengungkap bahwa ia memiliki sindrom Asperger, yang tentu saja tidak termasuk kategori penyakit mental. Menyanggah teori konspirasi ini, Greta menulis di halaman Instagramnya dengan tagar #aspiepower dan menulis bahwa menjadi berbeda bukanlah penyakit dan sains yang ada dan terkini tentang perubahan iklim bukanlah opini, namun fakta.

Berikut adalah video di mana Greta bicara tentang sindrom Aspergernya:




5. Temple Grandin


Temple Grandin adalah seorang profesor di Colorado State University dan penulis buku “The Autistic Brain: Thinking Across the Spectrum “. Kisahnya juga sudah difilmkan dengan judul “Temple Grandin” yang dibintangi oleh Claire Danes.

Di usia 4 tahun, ia masih belum bisa berbicara dan ayahnya berpikir bahwa ia harus dirawat di sebuah institusi. Ketika kecil ia kelihatan normal, namun punya kesulitan dalam berinteraksi sosial. Ia didiagnosa dengan autisme pada tahun 1950, ketika istilah “gangguan spektrum autis” belum ada.

Seperti yang ditulis dalam situs Rhochistj.org, Grandin menyebutkan bahwa kita tak boleh dibatasi oleh autisme, dan kita bisa memanfaatkannya untuk kepentingan kita. Menurut Grandin, kecenderungan orang dengan Asperger yang obsesif terhadap satu obyek atau topik bisa merevolusi dunia, seperti yang dilakukan Albert Einstein, yang menurut para ahli juga memiliki sindrom ini.

read more...

07 September 2019

Amin Toufani - Kecerdasan Adaptasi (AQ) | Singularity Summit 2018


Amin Toufani di Singularity University Summit

Amin Toufani dari Singularity University dalam presentasiya di Thailand tahun 2018:

Kami perhatikan bahwa variabel umum bagi setiap orang adalah, kita semua mencari stabilitas. Tapi pemrediksi terkuat tentang berapa banyak stabilitas yang akan Anda nikmati nampaknya adalah seberapa baik Anda bisa melupakan yang Anda pelajari (unlearn).

Melupakan yang Anda pelajari muncul sebagai kompetensi utama baru dalam dunia baru dengan perubahan eksponensial ini. Kemampuan Anda melupakan yang Anda pelajari memprediksi AQ Anda.

read more...

20 Agustus 2019

Opsi Rumah Murah di Kota Layak Huni Ini wajib Dibeli



Sebuah survei mengenai kota paling layak huni digelar setiap dua sampai tiga tahun sekali oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP). Survei ini, sesuai namanya, menunjukkan kota mana saja yang paling layak huni dinilai dari berbagai macam aspek. Dibuatnya survey tersebut ialah sebagai tolak ukur bagi pemerintah serta masyarakat apakah aspek penting penunjang kehidupan warga seperti air bersih, fasilitas kesehatan serta transportasi sudah baik dan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat.

Tentu partisipan survey pun tidak hanya dipilih dari satu lapisan masyarakat saja melainkan rata dari seluruh golongan. Dan kota yang berhasil masuk 10 besar kategori layak huni pastinya bakal lebih nyaman ditempati. Adanya survei itu selain diharapkan bisa menjadi tolak ukur bagi pemerintah, ternyata juga bisa dijadikan pedoman bagi para pemburu jual beli rumah. Tertarik untuk beli rumah dijual dlm lingkup kota layak huni juga? Berikut opsinya:

Semarang

Kota ini terkenal dengan oleh - oleh lumpia, ternyata menduduki peringkat ke enam pada posisi kota paling layak huni se Indonesia. Meski begitu, bukan berarti Anda tak bisa menemukan hunian tapak murah disini. Justru sebaliknya, berdasarkan penelusuran pada Lamudi.co.id, rumah dijual di Semarang sangat beragam dari subsidi, murah hingga mewah. Anda pun sebagai calon pembeli tak perlu merasa sulit mencari rumah dijual di Semarang yang murah sebab stoknya tersedia banyak dari tengah kota sampai ke pinggiran.

Salah satu opsi rumah dijual di Semarang yg bisa dilirik ialah sebuah hunian tapak dalam kawasan Banyumanik seharga 276 juta Rupiah. Memang ukurannya tidak besar hanya tipe 36/60, tetapi sangat memenuhi kriteria hunian idaman. Misalnya desain modern minimalis khas masa kini, lingkungan sekitar nan nyaman, keamanan yg terjamin dengan adanya sistem cluster dan satpam 24 jam selama 7 hari. Dijamin tak akan menyesal dengan pilihan jual beli rumah ini.

Solo

Siapa yg tidak mau tinggal di kota peringkat pertama se Indonesia kategori layak huni ini? Berturut - turut menduduk peringkat pertama dalam 2 kali survei, sepertinya kenyamanan Solo memang tak ada tandingan. Jika tidak, tak mungkin Solo tetap berada dalam hati para penghuninya? Jika tertarik untuk jual beli rumah disini, sama seperti rumah dijual di Semarang, range dan opsinya masih sangat beragam.

Jual beli rumah murah pun dapat dengan mudah ditemukan. Pengembang penggarap landed house sederhana bertebaran. Pun dengan penggarap landed house mewah kini kian menunjukkan taringnya. Sebab ternyata permintaan jual beli hunian tapak disini tak terbatas hanya pada hunian tapak sederhana murah saja. Jumlah pembeli dari kalangan menengah keatas pun juga ada.


Tangerang Selatan

Siapa sangka jika Tangsel berada pada peringkat lima survei itu? Padahal jaraknya tak begitu jauh dengan Jakarta. Ini membuktikan bahwa Tangerang Selatan memang berhasil bertransformasi menjadi kota mandiri terbaik dengan segala aspek dan tata kota super rapi.

Meski begitu harga hunian tapak disini ternyata agak lebih mahal jika dibandingkan dgn opsi kota sebelumnya. Tapi jangan khawatir, segala kemudahan plus sarana prasarana yg mumpuni dijamin bakal menutup semuanya.





read more...

15 Maret 2019

Greta Thunberg Tentang Bagaimana Sindrom Asperger Membantunya




Greta Thunberg tentang sindrom Asperger yang dimilikinya:

Aku pikir ini telah mempengaruhi semuanya. Karena jika aku tak punya Asperger dan jika aku tak begitu aneh, aku akan terjebak dalam permainan sosial yang nampaknya sangat disukai orang-orang. Tapi ini membuatku berfungsi sedikit berbeda. Aku melihat dunia dengan cara berbeda, dengan perspektif berbeda.
read more...

12 Februari 2019

Introvert Atau Sindrom Asperger? | Prof. Tony Attwood




 Tahukah Anda, bahwa Hermione Granger di novel dan film "Harry Potteer" adalah termasuk seorang "aspie"?

Atau tahukah Anda, bahwa Sherlock Holmes bukanlah seorang sosiopat seperti yang ia katakan, tapi merupakan seseorang dengan sindrom Asperger?

Itulah pendapat dari seorang psikolog yang banyak dikenal dari karyanya dalam autisme, Profesor Tony Attwood.

Untuk lebih lengkapnya, simaklah penjelasan menarik dari Profesor Tony Attwood tentang sindrom Asperger yang termasuk dalam Gangguan Spektrum Autisme (Autism Spectrum Disorder) dalam video di atas.






read more...

12 September 2018

Bagi Yang Merasa Hidup Tak Berarti....




....apa yang dibicarakan oleh Tom Chi (co-founder Google X) ini mungkin akan membantu (tonton videonya di sini).



...saya pikir banyak dari kita memahami bahwa kita ada di alam semesta yang menakjubkan ini, tapi kita menganggap alam semesta ini seolah kita hal yang sangat kecil dan tak penting...bagaimana kita bisa berarti?


read more...

04 September 2018

Nikola TESLA Berakhir Miskin? Kok Bisa?!


Transkripsi kontribusi terjemahan saya di video ColdFusion tentang Nikola Tesla:

Penemuan-Penemuan Nikola Tesla



Baik, kita kembali lagi.

Mari kita lihat banyak hal yang telah diungkap atau ditemukan Tesla, namun ia kadang tak mendapat pengakuan penuh untuknya.

Pertama, radio.

Banyak orang sampai saat ini salah kaprah, berpikir bahwa Guglielmo Marconi adalah penemu radio.

Namun, karyanya adalah berdasar karya Nikola Tesla. Tesla berteori bahwa gelombang radio bisa menghantarkan informasi, bahkan sejak tahun 1893 dalam peragaan-peragaan kuliah.

Di tahun 1898, Tesla memperagakan kapal yang dikendalikan radio yang ia sebut "tele-automation".

Ini kedengarannya biasa sekarang, tapi kalian harus paham bahwa ini tahun 1898.

Orang-orang yang melihat peragaan itu sangat terkejut sampai mereka mengklaim Tesla memakai sihir, telepati, atau punya monyet terlatih yang tersembunyi di dalam, mengendalikan kapalnya.

Ketika Marconi menjadi terkenal di dunia karena mengirim pesan trans-atlantik pertama, Tesla berkata demikian:

"Marconi adalah orang baik. Biarkan ia lanjut. Ia memakai 17 paten saya."

Kedua, Sinar-X

Yang ini ceritanya cukup menarik.

Sinar-X ditemukan oleh Tesla sebelum Wilhelm Rontgen diakui sebagai penemunya. Bahkan, Tesla mengambil foto sinar-X pertama.

Karena suatu sebab, setelah Wilhelm mengklaim penemuan itu, waktu itu dipercaya bahwa sinar-X bisa menyembuhkan kebutaan dan penyakit lain.

Meski Tesla memperingatkan sinar-X bisa berbahaya, Edison mengujinya pada salah satu pegawainya, Clarence Dally, yang setelah dua lengannya diamputasi akhirnya meninggal karena kanker.

Edison juga menembakkan sinar-X ke matanya sendiri selama eksperimen.

Ketika ditanya tentang itu tahun 1903, Edison berkata...

"Jangan bicara pada saya tentang sinar-X, saya takut."

Ketiga, listrik tenaga air.

Tesla mendesain pembangkit listrik tenaga air pertama yang cukup kuat untuk menerangi satu kota di Air Terjun Niagara, menunjukkan pada dunia bahwa air terjun bisa menjadi sumber energi praktis dalam skala besar.

Banyak orang berkata padanya ini tak akan berhasil, tapi Tesla telah membayangkan bagaimana sebuah generator bisa mendapat energi dari air bergerak ketika ia masih anak-anak.

Orang-orang terkejut, tapi juga senang karena melihat visinya telah memberi energi ke kota-kota besar di AS.

Keempat, mesin gempa bumi.

Tesla membuat mesin ukuran kantong yang ketika ditempatkan di sebuah gedung di Wall Street dan diatur sesuai frekuensi alami gedung itu strukturnya bergoyang kuat, hingga pekerja bangunan turun dengan panik karena percaya ada gempa.

Ketika polisi dipanggil, Tesla menaruh mesin itu kembali ke kantongnya, lalu pergi. Tesla mengklaim bahwa jika ia punya 10 menit lagi, ia bisa meratakan gedung itu dan dengan alat yang sama, bisa saja merobohkan Jembatan Brooklyn dalam kurang dari 1 jam.

Tesla juga mengungkap frekuensi resonansi bumi. 50 tahun sebelum teknologinya memungkinkan ilmuwan untuk mengejar penemuannya.

Dan terakhir, Menara Tesla.

Sejauh ini, semua penemuannya adalah yang telah terwujud.

Tapi salah satu proyek paling ambisius Tesla sebenarnya adalah suatu kegagalan meski sekarang ini telah menjadi legenda Tesla yang selalu diromantisasi.

Tentu saja saya bicara tentang Menara Wardenclyffe yang terkenal. Atau yang juga dikenal sebagai Menara Tesla, yang bertujuan memberi energi gratis pada dunia menggunakan ionosfer bumi sebagai bagian alat transmisinya.

Tapi benarkah itu?
\
Menurut cerita, pemberi dukungan finansial, JP Morgan, menghentikan proyeknya ketika ia tahu ini tak akan hasilkan uang sama sekali.

Tapi ini tak sepenuhnya benar.

Tesla sebenarnya menjual proyek itu ke Morgan sebagai menara komunikasi nirkabel, bukan sebagai sarana menghasilkan atau menyalurkan energi.

Dukungan finansial dari JP Morgan hanya diberikan ketika Marconi mengirim gelombang radio pertama menyeberangi atlantik yang membuat Morgan mengubah pikirannya.

Proyek itu berlanjut tanpa Morgan dan terlalu berlarut-larut dengan dana yang terlalu berlebih, sampai akhirnya kolaps.

Namun, sains modern saat ini mengatakan bahwa Menara Tesla tak akan bekerja. Ini terutama karena masalah teknis, seperti hilangnya energi selama transmisi dan kesalahpahaman Tesla tentang fisika gelombang radio.

Ini adalah kegagalan besar Tesla pertama yang memberinya rasa malu yang besar. Ini membuat karirnya menurun hingga mengarah ke akhir sang legenda.

Lebih lanjutnya nanti di video ini.

Baik, kita hampir di akhir video. Tapi sebelum kita mulai menyimpulkan, mari kita lihat 4 fakta tentang Tesla.
Teslathinker

Pertama, Tesla mencintai kemanusiaan.


Sebagai seorang humanis, Tesla percaya akan meningkatkan kualitas hidup manusia, tapi bukan untuk keuntungan finansial.

Ini adalah kutipan dari Tesla sendiri:

"Uang bagi saya nilainya sama saja seperti bagi orang lain. Semua uang saya telah dipakai untuk penemuan, untuk membuat hidup manusia sedikit lebih mudah."

Kedua, Tesla membayangkan internet nirkabel tahun 1901.


Ketika Tesla sedang mengembangkan radio trans-atlantik, ia membayangkan sebuah sistem mengumpulkan informasi, mengkodekannya, dan menyiarkan informasi itu ke sebuah alat yang dapat digenggam.

Ini pada dasarnya adalah apa yang kita punya sekarang sebagai internet mobile di ponsel kita.

Pandangan ke depan yang cukup mengesankan untuk tahun 1901.

Ketiga, Tesla benar-benar kehilangan semuanya dalam satu peristiwa.


Ketika Tesla bekerja tanpa lelah dan menemukan banyak hal tentang transfer energi nirkabel., lboratoriumnya terbakar habis, memaksanya untuk memulai seluruh karyanya selama hidup dari nol lagi.

Keempat, Tesla mungkin punya perilaku Obsesif Kompulsif dan insomnia.


Tesla mengklaim bahwa ia hanya perlu 2 jam tidur per malam. Tak jelas apakah ini karena ia memang ingin, atau ia tak bisa tidur lebih dari itu.

Tesla juga terobsesi dengan angka 3. Dan menggunakan 18 serbet untuk membersihkan ruang makannya sebelum makan malam.

Ia juga benci benda-benda bundar, perhiasan, berjabat tangan dan menyentuh rambut.

Akhir Yang Pahit.


Seperti yang bisa kalian lihat dari fakta terakhir itu, menjadi seorang jenius dan punya pikiran yang selalu sangat aktif itu mendatangkan konsekuensi.

Pikiran luar biasanya menjadi kehancurannya.

Cerita hidup Tesla dalam mencapai prestise dan ketenaran internasional, diikuti oleh kemunduran ke rasa malu, depresi, dan kesepian yang sama dramatisnya.

Penyangkalan kegagalannya, dimulai dari Menara Tesla mengarah ke kegagalan dan penyangkalan lebih jauh. Kemunduran yang akhirnya membuat Tesla mengalami gangguan mental.

Di akhir bagian hidupnya, ia gila secara klinis.

Tesla berhalusinasi sampai-sampai batas antara kenyataan dan imajinasinya jadi tak jelas. Ini membuatnya bekerja sendiri di laboratoriumnya tanpa lelah.

Ia sering menyatakan bahwa laboratoriumnya adalah satu-satunya tempat di mana ia benar-benar bahagia.

Sebagai contoh kondisi mentalnya, inilah kutipan dari salah satu wawancara terakhir Nikola Tesla:

"Aku sudah memberi makan ribuan burung merpati bertahun-tahun. Tapi ada satu merpati, burung yang cantik, putih bersih dengan ujung abu-abu muda di sayapnya. Yang itu berbeda. Di manapun aku berada, merpati itu selalu temukan aku.

Ketika aku menginginkannya, aku hanya perlu berharap dan memanggilnya dan ia akan terbang kepadaku.

Aku cinta merpati itu. Aku cinta dia seperti pria yang cinta wanita, dan ia cinta padaku.

Lalu suatu malam, ketika aku terbaring di kasurku dalam kegelapan, memecahkan masalah seperti biasa, ia terbang melalui jendela yang terbuka dan berdiri di mejaku.

Aku tahu ia ingin memberitahuku sesuatu yang penting.Jadi aku bangun dan mendekatinya.

Ketika aku melihatnya, aku tahu ia ingin memberitahuku bahwa ia akan mati.

Lalu, ketika aku menangkap pesannya, muncul cahaya dari matanya. Pancaran cahaya yang kuat."

Aku pikir tak ada hal lain lagi yang bisa disampaikan.

Selama hidupnya, Tesla telah mendapat lebih dari 100 paten dan 700 penemuan.

Tapi meski ia hasilkan semua itu, ia sangat miskin.

Selama bertahun-tahun ia bekerja sendiri di kamarnya di Hotel New Yorker, di mana ia meninggal tahun 1943. Hidup dengan makan dan minum susu dan biskuit.

Jadi banyak dari kalian akan bertanya, bagaimana ini terjadi?

Bagaimana Tesla bisa berakhir sangat miskin?


Memang, Tesla bisa saja menjadi biliuner sangat kaya pertama di dunia.

Tapi ia tak peduli tentang uang.

Ini contohnya.

Setelah Perang Arus Listrik, Westinghouse mengalami masalah. Mereka hampir bangkrut dan bisnisnya akan segera runtuh.

Jadi Westinghouse memohon Tesla untuk secara sementara memotong royaltinya, agar perusahaan Westinghouse bisa melalui masa sulit ini dan bertahan.

Secara mengejutkan, Tesla merobek kontraknya saat itu juga di tempat.

Jumlah ini akan menjadi 300 milyar dolar untuk Tesla.

Tesla hanya berkata bahwa ia sudah bahagia Westinghouse percaya padanya sementara tak ada orang lain yang mau percaya.

Aku pikir menjadi bagian besar dalam mengubah dunia adalah sebuah imbalan yang cukup baginya.

Sisa uang yang telah dikumpulkan Tesla selama hidupnya semua digunakan untuk berbagai proyek gagal, seperti Menara Tesla.

Ide-ide Tesla membantu Amerika tumbuh menjadi negara industrial dan kuat di abad 21.

Tapi waktu itu ia sangat terpinggirkan, dan berlanjut sampai sekarang.

Keberadaannya yang hampir tiada, jika kalian lihat di banyak buku pelajaran sekarang, ini terutama karena Tesla tak peduli akan keuntungan, ketenaran, atau kekayaan.

Ia hanya ingin membuat dunia lebih baik.

Ini adalah kebalikan dari kebanyakan pebisnis waktu itu.

Yang sayangnya memanfaatkan sikap Tesla, mengambil untung dari karyanya, dan tak memberinya apapun.

Ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua.

Milikilah niat yang tulus, tapi mandirilah dan ketahui nilai kalian.

Untuk mengakhiri, inilah satu kutipan terakhir dari Tesla:

"Masa sekarang adalah milik mereka. Masa depan, yang mana aku telah benar-benar bekerja untuknya, adalah milikku."

Dan itu adalah kisah Nikola Tesla.


read more...